Terlibat Perdagangan Manusia, Sopir dan Tukang Becak Asal Sumut Dibekuk

Terlibat Perdagangan Manusia, Sopir dan Tukang Becak Asal Sumut Dibekuk
Dua diduga pelaku perdagangan manusia saat diamankan di Kodim Aceh Utara. Foto AJNN/Sarina.

LOKSEUMAWE – Dua orang pria yang diduga terlibat kasus perdagangan manusia, kembali dibekuk saat hendak menjemput seorang wanita bernama Munawarah Imigran etnis Rohingya di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kota Lhokseumawe, Rabu (9/12) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kedua diduga pelaku tersebut berinisial MSS (32) seorang sopir mobil sayur asal Teluk Dalam, Sumatera Utara, dan AS (33) seorang tukang becak asal Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Setelah diamankan oleh warga, kemudian diserahkan kepada personel TNI Kodim 0103 Aceh Utara, untuk diamankan serta dilakukan upaya introgasi.

MSS saat diintrogasi, didepan AJNN mengaku, kalau dirinya ditelpon oleh saudaranya bernama Piyah, kemudian diminta tolong untuk menjemput orang di Aceh.

“Saya ditelpon, diminta tolong pergi ke Aceh jemput orang, bayarannya berapa ditanyain kak Piyah ke saya, tapi saya jawab itu tergantung Dia, karena kami saudaraan tidak berani mematok harganya,” aku MSS.

Sementara itu, dari pengakuan AS, dirinya ditelpon oleh suami Piyah (kakak iparnya) disuruh ke Aceh, untuk menjemput seseorang. Dia mengaku pergi menggunakan mobil yang dirental dari Tanjung Balai.

“Kami dikasih ongkos minyak dan ongkos makan Rp1.5 juta. Setibanya di Aceh, dihubungi oleh seseorang untuk menjemput sewa (Rohingya),” kata ayah dari empat orang anak itu.

Sambungnya, mereka berangkat kemarin sore, dan tiba di Lhokseumawe subuh pagi tadi. Jika berhasil, dirinya mengaku akan dibayar sekitara Rp1 juta hingga Rp2 juta.

“Kami mau melakukan ini karena faktor ekonomi,” ungkapnya.

Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto mengatakan, seharusnya tanggungjawab terkait kaburnya Imigran Rohingya ini bukan lagi diranah mereka. Namun sepenuhnya ditangan UNHCR karena sudah serahterima beberapa waktu.

“Karena ini kejadian di depan mata, tidak mungkin kita biarkan, demi kemanusiaan. Mau tidak mau harus ditangkap. Dan mala mini satu wanita rohingya dan dua pelaku kita amankan,” ujar Dandim.

Sambung Dandim, dua pelaku tersebut akan diserahkan ke Polres Lhokseumawe guna pemeriksaan lanjutan. Sementara, wanita Rohingya itu akan diserahkan ke Keimigrasian dan UNHCR kembali.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini