Unduh Aplikasi

Terlibat Pencurian Mobil, Eks Teroris Jalin Ditangkap

Terlibat Pencurian Mobil, Eks Teroris Jalin Ditangkap
Wakapolres Lhokseumawe Kompol Isharyadi didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, saat jumpa pers kasus pencurian mobil dan kepemilikan senjata api ilegal, Senin (25/9) di Mapolres Lhokseumawe. Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Aparat Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe menangkap dua tersangka AB Alias Zorro (32), dan TAR (32), atas dugaan kepemilikan senjata api (Senpi) ilegal dan kasus pencurian mobil jenis Agya BL 1143 LB, di depan Mssjid Islamic Center Lhokseumawe, beberapa waktu lalu.

Salah satu pelaku, TAR merupakan teroris yang pernah mengikuti pelatihan di pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar. Bahkan sudah bpernah divonis hukuman penjara selama 12 tahun.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, kedua pelau ditangkap di dua tempat berbeda. Awalnya menangkap AB, di Desa Cot Jambe, Kecamatan Julok, Kabupetan Aceh Timur. Hasil pengembangan kemudian menangkap TAR, beserta satu pucuk senjata pistol jenis FN di Gampong Mns Blang Crum Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseuamwe, Senin (25/9), sekitar pukul 01.00 WIB.

“Sebelumnya kami telah menerima laporan dari korban SA (25), yang melaporkan telah kehilangan satu unit mobil jenis Agya BL 1143 LB, di depan Mesjid Islamic Center Lhokseumawe, pada Agustus,” kata Budi Nasuha, dalam jumpa pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (25/9).

Usai menerima laporan, kata Budi, pihaknya langsung memeriksa Closed Circuit Television (CCTV), dan berhasil mengindentifikasi tersangka AB.

“Dari keterangan tersangka AB, kemudian kami menangkap TAR. Ditangan TAR kami mengamankan satu pucuk senpi jenis FN di bawah lemari rumahnya,” ujar Budi.

Dari tangan kedua pelaku, aparat kepolisian mengamankan barang bukti satu pucuk sejata api jenis FN, satu buah megazen dan enam butir peluru serta dua unit mobil jenis Agya BL 1143 LB, Inova BK 1082 QE.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Jo Pasal 363 KUHP, dengan masa kurugan 15 tahun penjara,” ungkap Budi Nasuha.

Komentar

Loading...