Unduh Aplikasi

Terlibat Pembunuhan, Pasutri Asal Langsa Diringkus Polisi

Terlibat Pembunuhan, Pasutri Asal Langsa Diringkus Polisi
Pasangan suami isteri yang ditangkap polisi karena terlibat pembunuhan. Foto : Ist

LANGSA - Enam bulan buron, pasangan suami istri (Pasturi) pembunuh Almarhumah Nurita, warga Dusun Kloneng Gampong Seunebok Punti, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang akhirnya diringkus tim gabungan Sat Reskrim Polres Langsa dan Ditkrimum Polda Aceh di Desa Lhok Bani, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Senin (1/6).

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo, dalam konferensi pers Rabu (3/6) di Polres Langsa mengatakan, adapun identitas kedua pelaku pasangan suami istri tersebut berinisial SU (38) dan IW (46). Keduanya tercatat sebagai warga Dusun Cinta Masa, Gampong Benteng, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Kasat Reskrim menjelaskan, terungkapnya kasus tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain/pembunuhan tersebut pertama sekali ditemukan sesosok mayat perempuan tanpa identitas, Selasa (10 Desember 2019) sekira pukul 14:00 di Alur Parit Gampong Batee Puteh kec. Langsa Lama Kota Langsa.

Kemudian setelah dilakukan olah TKP dan visum diketahui bahwa korban tersebut bernama Nurita (43) IRT, warga Dusun Kloneng Desa Seunebok Punti, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Hasil pemeriksaan diketahui bahwa perbuatan menghilangkan nyawa orang lain/pembunuhan tersebut dilakukan tersangka SU pada Kamis, 5 Desember 2019, sekira pukul 19:30 di Gampong Baroh Langsa Lama, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa yang dibantu istrinya IW, sudah direncanakan," sebut Kasat Reskrim.

Baca : Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Langsa

Kasat Reskrim menjelaskan, IW pada Kamis, 5 Desember 2019 sekira pukul 19:30 menelpon Nurita dan memberitahukan bahwasannya ada laki-laki yang ingin membokingnya. Kemudian tersangka SU dan IW menunggu Nurita di Gang Makmur Dusun Bale Manggis, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

"Tak berapa lama kemudian, Nurita tiba dan menjumpai kedua tersangka. Saat itu, Nurita bersama dengan kedua tersangka dibawa menuju Gampong Bate Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa menggunakan sepeda motor milik Nurita, dengan posisi tersangka SU yang mengendarai, di belakangnya IW dan di belakangnya lagi Nurita," terang Kasat Reskrim.

Sesampainya di lokasi Gampong Bate Puteh, Kecamatan Langsa Lama Kota, kata Kasat Reskrim, tersangka IW mengajak Nurita berbincang-bincang. Saat itulah tersangka SU memukul Nurita dengan menggunakan kayu di bagian kepala sebanyak satu kali.

Akibatnya pukulan itu, tambah Kasat, Nurita jatuh terduduk. Selanjutnya tersangka IW mengatakan “Nanti hidup lagi bang” kemudian tersangka SU menusuk Nurita dengan menggunakan pisau yang telah dipersiapkannya sebanyak empat kali di bagian leher dan dada.

"Setelah itu, tersangka IW mengambil perhiasan emas yang dipakai Nurita, kemudian tersangka SU memeriksa detak jantung Nurita untuk memastikannya sudah meninggal, habis itu barulah tersangka SU mengubur Nurita di tempat kejadian tersebut dengan menggunakan lam/cangkul dodos yang telah tersangka persiapkan dua hari sebelumnnya dengan kedalaman lebih kurang 40 Cm," kata Kasat Reskrim.

Selanjutnya, tersangka SU dan IW pergi dari lokasi dengan membawa barang-barang milik Nurita yakni, emas berbentuk cincin satu buah, gelang satu buah, kalung satu buah, satu unit handphone Samsung warna putih dan sepeda motor Honda Beat warna putih

“Untuk saat ini kedua pelaku diamankan ke Polres Langsa guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatan pelaku tersebut disangka melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain/pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 jo 365 ayat 4 yo 338 KUHPidana,” ungkap Kasat Reskrim. 

Komentar

Loading...