Unduh Aplikasi

Terlibat Pembalakan Liar, Ketua Koperasi Rahmatan Lil Alamin Divonis Bersalah

Terlibat Pembalakan Liar, Ketua Koperasi Rahmatan Lil Alamin Divonis Bersalah
Pengadilan Negeri Idi. Foto: Mahyuddin

ACEH TIMUR - Nazir, Ketua Koperasi Rahmatan Lil Alamin, divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Idi. Warga Manyak Payed, Aceh Tamiang, ini dinyatakan bersalah atas pembalakan liar pada April lalu di Dusun Buntol Janeng, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Baca: Ketua Koperasi Rahmatan Lilalamin Ditahan Polisi

"Dia divonis Senin lalu. Dalam penetapan keputusan vonis majelis hakim, Nazir divonis tiga tahun penjara,” kata Kuasa Hukum Ketua Koperasi Rahmatan Lilalamin Sri Falmen Siregar, Kamis (8/12).

Namun Falmen mengatakan vonis tersebut tidak berkeadilan karena hakim tidak mau menunggu kedatangannya sebagai kuasa hukum tersangka dalam persidangan tersebut. Seharusnya pihak pengadilan bisa menunda sidang dan tidak langsung membacakan keputusan vonis.

Baca: Ketua Koperasi Rahmatan Lilalamin Mengaku Diperas Oknum Pejabat Kehutanan

Saat itu, kata Falmen, dirinya dalam perjalanan dari Medan menuju Idi. Nazir, kata dia, seharusnya ia bisa membela klienya terhadap keputusan hakim tersebut.

Falmen juga mengaku keberatan atas putusan vonis majelis hakim dan pihaknya akan mengajukan banding serta membuat laporan pengaduan ke Komisi Yudisial (KY) dan Ombudsman atas sikap majelis hakim yang dinilainya tidak adil.

"Saya akan ajukan banding dan juga membuat laporan pengaduan ke Komisi Yudisial dalam satu minggu ini tentang sikap majelis hakim yang unfair trial dalam membawakan agenda persidangan itu, kiranya ini menjadi teguran kepada penegak hukum agar bertindak lebih profesional terhadap para pencari keadilan khususnya di Aceh Timur,” ungkap Falmen.

Baca: Ketua Koperasi Rahmatan Lilalamin Tersangka Pembalakan Liar

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Idi Darma Indo Damanik mengatakan berdasarkan hasil kesepakatan pada 14 November 2016, diberikan waktu selama dua minggu.

“Sidang disepakati pada jam 9.00 WIB. Kemudian ditunggu sampai jam 14.30 WIB, pengacaranya tidak hadir juga. Maka sidang kemudian dibuka sesuai dengan hukum acara pidana. Apabila pengacara tidak hadir pada sidang yang ditentukan dan tidak menunjuk pengganti, maka sidang dilanjutkan,” kata Darma. Darma juga mempersilakan yang bersangkutan mengajukan banding bila keberatan terhadap vonis tersebut.

Ketua Koperasi Rahmatan Lilalamin itu divonis oleh majelis hakim atas kasus pembalakan liar yang dilakukan di luar area koperasi. Polisi menyita 50 ton kayu berbagai jenis beserta alat berat yang diduga digunakan oleh pihak koperasi tersebut. Nazir membantah tudingan itu. Kayu itu masih dalam area koperasi yang dia kelola waktu itu.

Komentar

Loading...