Unduh Aplikasi

Terlibat Pemalsuan Kredit, Dua Pejabat Bireun Resmi Ditahan

Terlibat Pemalsuan Kredit, Dua Pejabat Bireun Resmi Ditahan
BANDA ACEH - Dua pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bireun resmi ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, Selasa (29/3).

JM Kepala Badan Dayah Bireun dan AH Kepala BPBD Bireun ditahan terkait kasus pemalsuan kredit senilai Rp 18 milliar di Bank Mandiri Cabang Bireun. "Kemarin kami jemput mereka, dan hari ini mereka resmi ditahan," kata Direskrimsus Polda Aceh Kombes Joko Irwanto, melalui selularnya.

Dirinya juga menyebutkan, pemeriksaan terhadap kedua pelaku tersebut sudah lama dilakukan. Namun, karena keduanya masih menjalankan tugas, pihak kepolisian menunda penahanan tersebut. "Penahanan dan pemeriksaan ditunda karena adanya penangguhan dari Bupati Bireun," ujarnya.

Dalam kasus kredit fiktif tersebut, kata dia, keduanya berperan sama dengan keenam tersangka lainnya, yakni MNA (49), TM (36), JL (37), A (31), SB (47), dan MD (30). Dimana para tersangka memalsukan semua data pegawai dengan cara men-scan. "Modus operandi kedua pejabat tersebut sama dengan tersangka lainnya, dengan memalsukan data pegawai untuk mendapatkan kredit," ungkapnya.

Kasus ini bermula pada 2013 sampai 2014, saat pemberian fasilitas kredit bagi pegawai negeri sipil di lima instansi di Pemerintah Kabupaten Bireuen oleh Bank Mandiri. Total dana yang digunakan mencapai Rp 18 miliar lebih. "Uang dari kredit hasil yang mencatut PNS di beberapa SKPK itu dinikmati pelaku untuk kepentingan pribadi. Kasus itu terkuak setelah pegawai yang dicatut didatangi tim auditor kredit Bank Mandiri karena kredit macet," jelas Joko.

Selain itu, pihaknya masih melakukan penyidikan dalam kasus tersebut apakah adanya keterlibatan pihak lain dalam kredit fiktif. "Kita masih dalami, apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini," katanya.

Komentar

Loading...