Unduh Aplikasi

Terlibat Narkotika, Oknum Pegawai Kejaksaan Aceh Tamiang Ditangkap BNN

Terlibat Narkotika, Oknum Pegawai Kejaksaan Aceh Tamiang Ditangkap BNN
Kepala BNNK Aceh Tamiang sedang memberikan keterangan terkait penangkapan oknum pegawai Kejaksaan kepada sejumlah wartawan. Foto: For AJNN

ACEH TAMIANG - Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Tamiang menagkap dua orang pelaku yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu, satu diantaranya oknum pegawai Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang. 

Kepala BNNK Aceh Tamiang, AKBP Trisna Safari Yandi kepada sejumlah wartawan di kantornya, Kamis (25/6) mengatakan, penangkapan terhadap oknum pegawai Kejaksaan dan satu orang temannya itu dilakukan secara paksa pada 12 Mei 2020 sekira pukul 13.30 WIB, di Mess Kejaksaan Aceh Tamiang di Karang Baru. 

Oknum pegawai Kejaksaan itu berinisial MN (34) dan temannya warga sipil berinisial Z alias O (30) warga desa Serang Jaya, Langkat, Sumatra Utara. 

"Keduanya hingga saat ini masih ditahan di Polres Aceh Tamiang," kata Trisna. 

Trisna menyebutkan, penangkapan terhadap oknum pegawai Kejaksaan tersebut berawal dari informasi bahwa Z alias O yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN sedang berkeliaran di wilayah Aceh Tamiang. 

Mendapat informasi tersebut, petugas melakukan pengintaian, dan waktu itu Z alias O masuk ke Mess Kejaksaan di Karang Baru.

"Melihat Z alias O di Mess Kejaksaan, petugas langsung menggerebek dengan cara paksa di dalam sebuah kamar. Hasilnya Z alias O bersama MN diamankan, dari mereka petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,29 gram dan alat isap sabu," jelas Trisna.

Setelah diamankan, kata Trisna, kemudian keduanya dibawa ke Kantor BNNK Aceh Tamiang untuk dilakukan pemeriksaan awal. 

"Hasil tes urine keduanya positif menggunakan narkotika jenis sabu," kata Trisna.

Menurutnya, BNNK hingga saat ini masih menunggu hasil laboratorium Forensik Polda Sumut dan untuk mendapatkan hasil laboratorium tersebut standarnya memakan waktu selama satu bulan.

"Setelah hasil laboratorium Poldasu diperoleh, kasus itu akan langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang," kata Trisna.

Trisna memastikan perkara tersebut tetap di proses, karena BNN sudah mendapatkan izin sita dari Pengadilan Kualasimpang diantaranya handphone, sabu, alat isap dan botol hitam berisi sabu. 

Keduanya terancam melanggar pasal 114 dan 112 Undang Undang Nomor 35/2009 yang ancamnnya diatas 5 tahun kurungan penjara.

Komentar

Loading...