Unduh Aplikasi

Terlibat Bisnis Prostitusi Online, 7 IRT di Langsa Diringkus Polisi

Terlibat Bisnis Prostitusi Online, 7 IRT di Langsa Diringkus Polisi
Dua IRT yang berperan sebagai mucikari sedang diboyong oleh petugas di Polres Langsa. Foto: For AJNN

LANGSA - Personil Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa membongkar bisnis prostitusi online di bulan suci Ramadan. Hasilnya, tujuh wanita berstatus ibu rumah tangga (IRT) diringkus.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim Iptu Areif Sukmo Wibowo saat konferensi pers, Selasa (12/5) mengatakan, kasus prostitusi tersebut terungkap bermula pada Sabtu, 9 Mei 2020, tim resmob sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan perkara jarimah zina.

Hasil penyelidikan, tim resmob berhasil mengamankan satu orang wanita berinisial YU di Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa tepatnya di depan ATM Centre Hotel Harmoni, dan pada saat dilakukan penangkapan ditemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 450 ribu. YU merupakan penghubung (mucikari)

Menurut pengakuan YU, kata Kasat Reskrim, uang tersebut merupakan hasil pembayaran untuk wanita yang melayani nafsu syahwat dari laki-laki yang telah terlebih dahulu memesan kepada dirinya melalui telepon seluler.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan di Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro tepatnya di depan showroom Honda petugas kembali mengamankan seorang wanita berinisial HE, yang merupakan rekan kerja YU untuk mencari wanita yang melayani nafsu syahwat laki-laki.

"Hasil keterangan HE, petugas kemudian mengamankan lima perempuan lainnya masing-masing berinisial CL,CJ, IF, DAR, FNR. Lima perempuan ini bekerja untuk melayani nafsu syahwat laki-laki di seputaran Kota Langsa," sebut Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, YU (47) tercatat sebagai warga Gamping Jawa, HE (35) warga Gampong Alue Dua (mucikari) sedangkan lima perempuan panggilan yakni CL (32), CJ (23) warga Gampong Paya Bujok Blang Paseh, DAR (23) warga Gampong Geudubang Jawa, FNR (22) warga Gampong Alur Dua Bakaran Bate dan IF (24) warga Gampong Paya Bujok Tuenong, semuanya berstatus IRT.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tujuh IRT itu saat ini masih diamankan di Polres Langsa guna proses hukum lebih lanjut.

Komentar

Loading...