Unduh Aplikasi

Terkendala Lahan Tak Dilepas, Plt Wali Kota Lakukan Pendekatan Emosional

Terkendala Lahan Tak Dilepas, Plt Wali Kota Lakukan Pendekatan Emosional
Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin ketika berkunjung di warkop sekber wartawan.

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin, mengatakan tengah melakukan pendekatan dengan tiga pemilik lahan yang terkena pembangunan jembatan layang (Fly Over) Simpang Surabaya. Upaya tersebut diharap dapat membuahkan hasil sehingga wacana permintaan surat penetapan pengosongan lahan dari pengadilan tidak perlu dilakukan.

"Soal lahan ini saya sedang lakukan pendekatan emosional dan saya melihat ada titik temu salah satunya dengan Pak Andalas (pemilik lahan) yang sudah tidak ada masalah lagi," kata Plt Walikota Banda Aceh Hasanuddin kepada wartawan di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh di jalan Sutan Mahmudsyah Banda Aceh, Jumat (18/11).

Hal tersebut disampaikan Hasanuddin saat ditanya kelanjutan penanganan kendala lahan dalam proyek senilai Rp 250 miliar yang dikerjakan dengan sistem multiyear tersebut. Sebelumnya sesuai hasil pertemuan sejumlah pihak dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah (Gubernur non aktif), Pemerintah Aceh sepakat mewacanakan meminta pengadilan untuk mengeluarkan surat penetapan pengosongan lahan agar pembangunan jembatan layang Simpang Surabaya, dapat berjalan lancar. link berita sebelumnya (Pemerintah Aceh Surati Pengadilan Atasi Kendala Pembangunan Fly Over).

"Saya rasa (meminta penetapan pengosongan pengadilan) tidak perlu demikian. Soal lahan ini sebenarnya komunikasinya saja yang belum pas. Karena orang Aceh ini kalau caranya pas tidak ada yang tidak mungkin, "Ro beu abeh asai bek boco," kata Hasanuddin mengutip pepatah Aceh.

Menurut Hasanuddin, dari tiga warga yang belum melepas lahan, satu diantaranya yakni dr Andalas telah bersedia menerima pembayaran dan telah membolehkan lahannya untuk dikerjakan. "Satu hari setelah saya dilantik sebagai pelaksana tugas, besok paginya ketemu Pak Andalas di salah satu warung kopi dan dia mengatakan menyo droen PLT Wali kota kajeut bayeu laju (Kalau kamu Plt Wali Kota sudah bisa bayar terus), artinya tidak ada masalah. Selama ini saya menduga komunikasi itu hanya dilakukan dilevel bawah yang kadang carannya tidak tepat," kata Hasanuddin.

Dirinya kata Hasanuddin juga akan melakukan pendekatan dengan dua pemilik lahan lainnya yakni Abu Manyak dan Haji Anwar yang sebelumnya juga belum melepas lahan miliknya yang terkena proyek jalan layang Simpang Surabaya. Adapun untuk lahan milik Hermes Mall, asrama polisi Kuta Alam Banda Aceh sudah teratasi, termasuk kendala banyaknya tiang listrik dan pipa PDAM di kawasan itu.

Seperti diketahui pengerjaan proyek jalan layang di kawasan Simpang Surabaya yang ditargetkan selesai 2017, masih terkendala pembebas lahan. Hingga kini tiga warga yakni dr Andalas, Abu Manyak dan Haji Anwar belum melepas lahan mereka yang terkena proyek tersebut. Akibatnya, pelaksana pembangunan proyek tersebut tidak dapat melanjutkan pembangunan. Tak hanya di lahan milik warga, kendala juga dihadapi pelaksana mengingat masih banyaknya tiang listrik dan pipa PDAM di lahan yang terkena pembangunan jalan layang.

Komentar

Loading...