Unduh Aplikasi

Terkait Tudingan Demo Cari Uang, Bupati Tamiang Minta Maaf

Terkait Tudingan Demo Cari Uang, Bupati Tamiang Minta Maaf
Bupati Aceh Tamiang, Mursil, foto bersama dengan belasan perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa usai meminta maaf atas pernyataannya. Foto : For AJNN.

ACEH TAMIANG - Bupati Aceh Tamiang, Mursil, meminta maaf kepada belasan organisasi pemuda yang tersinggung atas pernyataan yang mengatakan mahasiswa melakukan aksi demo tolak UU Omnibus hanya semata-mata mencari uang.

Menurut informasi AJNN, Bupati telah mengundang perwakilan dari belasan organisasi pemuda dan mahasiswa bertemu dirinya untuk meminta maaf, Senin (2/11) kemarin, di kantor Bupati Aceh Tamiang.

Kabag Humas Pemkab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita yang dikonfirmasi AJNN, Selasa (3/11) membenarkan bupati telah meminta maaf kepada mahasiswa.

Menurut Devi sapaan Agusliayana, apa yang disampaikan oleh bupati pada forum diskusi usai upacara Sumpah Pemuda tidak ada maksud sedikitpun untuk menyinggung mahasiswa atau organisasi pemuda.

Baca : Dituding Demo Cari Uang, Belasan Organisasi Pemuda Minta Bupati Tamiang Klarifikasi Pernyataannya

Dari penjelasan bupati, kata Devi, bupati justru memberi dukungan dan atensi untuk kemajuan pemuda dan pemudi di Aceh Tamiang.

“Saya sebelumnya minta maaf jika pernyataan beberapa waktu lalu telah menyinggung perasaan para mahasiswa, persoalan yang tengah kita hadapi ini hanyalah persoalaan kesalahpahaman atau misskomunikasi," kata Devi meniru permintaan maaf Bupati Mursil kepada perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa.

Menurut Devi, duduk persoalannya pada saat itu memang ada kedatangan sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Rakyat Aceh Tamiang (GARANG) menghadap Bupati usia aksi demo tolak UU Omnibus Law di Aceh Tamiang.

Kata Devi, pemuda yang datang menemui bupati berjumlah enam orang dan mereka tidak membawa atribut mahasiswa, waktu itu mereka hanya mengatasnamakan kelompoknya dengan sebutan GARANG

"Saya selaku Kabag Humas yang memfasilitasi pertemuan tersebut. Waktu itu para pemuda tersebut meminta Bupati Mursil untuk menandatangani petisi penolakan Omnibus Law, namun saat itu Bupati menolak karena belum membaca isi Undang-Undang tersebut dan meminta agar mereka dapat mendiskusikannya terlebih dahulu tentang poin-poin keberatan yang ada dalam undang-undang tersebut," ujar Devi.

Waktu itu, lanjut Devi, Bupati dan perwakilan pemuda tersebut sepakatan bahwa akan membuat forum diskusi publik terkait Undang-undang tersebut, namun para perwakilan GARANG tersebut menyampaikan akan tetap berangkat ke Jakarta untuk membawa petisi yang telah di tandatangani oleh DPRK Aceh Tamiang.

Salah seorang perwakilan pemuda itu, sambung Devi, kemudian meminta dukungan kepada Bupati Mursil, karena dirinya yakin Bupati akan tetap membantu keberangkatan mereka ke Jakarta walau tidak turut menandatangani petisi yang diminta. 

"Bupati kemudian memberikan sejumlah uang bantuan kepada mereka melalui saya, selang beberapa hari setelah pertemuan," sebut Devi.

“Inilah yang terjadi sebenarnya, dan mungkin dikarenakan yang datang itu masih muda-muda, Bapak Bupati beranggapan mereka adalah Mahasiswa," tambah Devi.

Kembali kepersoalan pertemuan perminta maafan kemarin, menurut Devi, Bupati telah mempersilahkan para mahasiswa dan pemuda untuk membentuk satu forum khusus untuk berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten, sejatinya dengan begitu persoalan apapun akan cepat terselesaikan melalui forum tersebut.

“Bupati mengaku siap menerima masukan dan saran dari mahasiswa guna membangun Aceh Tamiang ke depan lebih baik,” kata Devi.

Bupati berharap ke depannya persoalan seperti itu jangan langsung dibesar-besarkan, jika ada kesalahpahaman hendaknya secara bersama diselesaikan.

"Jika perlu beliau bersedia dijumpai langsung agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita," ungkap Devi.

Komentar

Loading...