Unduh Aplikasi

Terkait Raqan Migas, WALHI: Itu Positif, Tapi Turunannya Bagaimana?

Terkait Raqan Migas, WALHI: Itu Positif, Tapi Turunannya Bagaimana?
Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur. Foto: AJNN/Indra Wijaya

BANDA ACEH - Rancangan Qanun (Raqan) tentang Pertambangan dan Gas Alam Rakyat Aceh masuk dalam Program Legislasi Aceh (Prolega) tahun 2021, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), M. Nur mengatakan itu merukapakan hal positif dalam mengatur pertambangan minyak dan gas alam Aceh.

"Itukan kebijakan umum, tentu kita beri apresiasi," kata M Nur kepada AJNN di Banda Aceh, Kamis (14/1/2021).

Namun kata M Nur, teknis ketika mengoperasionalkan qanun tersebut bagaimana. Misalnya salah satu pasal di qanun itu disebutkan rakyat mengelola minyak. Kemudian masyarakat bertanya bagaimana teknologinya, pola kerjasamanya, dampak kajian lingkungannya bagaimana, dan bagaimana lembaga pengelolanya.

"Karena fungsi ESDM sendiri hanya membantu regulasi dan pengawasan. Kalau tidak berjalan sesuai dengan qanun dan turunannya itu seperti apa," ungkapnya.

Menurutnya, ketika rakyat diberikan izin untuk mengelola tambang tradisional dan menyalahi prosedur seperti berdampak pada lingkungan, lahan izin yang diberikan dicabut.

"Rela nggak rakyatnya. Kalau pengusaha, rela nggak pengusahanya. Jangan nanti qanun itu dibuat sebaik mungkin supaya tetap produksi, tapi dalam prakteknya justru tidak tergunakan," jelasnya.

"Kalau kebijakannya bagus, tapi turunannya masih dipertanyakan. Komitmennya seperti apa, dampak positif dan negatifnya gimana. Karena itu harus ada kajian,"pungkasnya.

Komentar

Loading...