Unduh Aplikasi

Terkait Proyek Penimbunan, Kejari Lhokseumawe Minta Inspektorat Tindak Lanjuti

Terkait Proyek Penimbunan, Kejari Lhokseumawe Minta Inspektorat Tindak Lanjuti
Salah satu lokasi pekerjaan timbunan dibelakang makam kuburan Putroe Neng, di Dusun Arongan, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dengan nilai kontrak Rp 144 juta. Foto: AJNN.Net/Safrizal

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah meminta Inpektorat untuk menindaklanjuti terkait kebenaran informasi kegiatan sejumlah paket pekerjaan penimbunan yang diduga dikerjakan tidak sesuai volume dan perencanaan.

Hal tersebut diutarakan, Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Muhammad Ali Akbar, melalui Kepala Seksi Intelijen Miftahuddin kepada AJNN, Sabtu (21/12).

"Terkait informasi dan laporan pemberitaan sejumlah paket pekerjaan timbunan yang diduga tidak sesuai perencanaan kita (Kejari) sudah meneruskan kepihak Inpektorat Lhokseumawe untuk ditindak lanjuti kebenarannya," kata Miftahuddin.

Menurut Miftahudin, sebelumnya Kejari Lhokseumawe sudah meminta penjabat terkait Dinas PUPR Kota Lhokseumawe untuk melakukan klarifikasi secara tertulis terkait kegiatan pekerjaan penimbunan serta paket PL lainnya yang diduga dikerjakan tidak sesuai perencanaan.

Baca: Kejari Lhokseumawe Minta Klarifikasi Dinas PUPR Soal Proyek Penimbunan

"Namun dalam klarifikasi mereka (Dinas PUPR) ke kami menyebutkan bila pekerjaan tersebut sudah dilaksanakan sesuai dokumen," jelas Miftahuddin.

Dirinya mengaku sengaja meminta klarifikasi dari dinas tersebut secara tertulis untuk melihat dokumen dan nilai kontrak kegiatan pekerjaan tersebut.

"Sejauh ini terkait dugaan pekerjaan timbunan tidak sesuai perencaan itu, masih kita pelajari dokumen dan kontrak pekerjaannya," pungkas Miftahuddin.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kegiatan pekerjaan PL penimbunan dibawah kendali Dinas PUPR Kota Lhokseumawe tahun anggaran 2019 menjadi sorotan publik lantaran diduga hasil pekerjaan tidak sesuai perencanaan dalam perjanjian kontrak. 

Komentar

Loading...