Unduh Aplikasi

Terkait Pertemuan Tokoh ALA di Medan, Armen Desky: Ini Baru Awal, akan Ada Lanjutannya

Terkait Pertemuan Tokoh ALA di Medan, Armen Desky: Ini Baru Awal, akan Ada Lanjutannya
Terlihat dari kiri ke kanan ada Pak Armen Desky (mantan Bupati Agara), Dr. Rahmat Salam (KP3 ALA Pusat), Muhammad Amru (Bupati Gayo Lues), Syarkawi (Bupati Bener Meriah), Fidaus SKM (Wakil Bupati Aceh Tengah). Foto: Ist

MEDAN - Salah seorang tokoh pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), Armen Desky mengatakan bahwa rapat koordinasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara pada hari ini Minggu (11/10/2020) di Hotel Garuda, Medan Sumatera Utara merupakan langkah awal dari rencana pertemuan lain di masa yang akan datang.

Armen Desky mengatakan bahwa semua utusan dari 6 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah ALA hadir dalam pertemuan tersebut. Setelah ini, Menurut Armen akan ada pertemuan lanjutan di kota Subulussalam.

Baca: Aktivis Gayo: Terkesan Hanya Kepentingan Elit, Provinsi ALA Sulit Tercapai

"Semua utusan dari 6 kabupaten/kota lengkap hadir. Kita sepakat untuk memulai lagi perjuangan ALA dan bulan depan kita ada pertemuan lagi di Subussalam, lalu bergantian di 6 kabupaten lainnya," ujar Armen Desky kepada AJNN, Minggu (11/10/2020) melalui pesan WhatsApp dari Medan, Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Armen Desky untuk menjawab pertanyaan terkait pertanyaan terkait agenda pertemuan para tokoh ALA di Hotel Garuda tersebut. Namun Armen belum bisa menjelaskan hasil kesepakatan dari pertemuan itu karena sampai saat ini pertemuan masih berlangsung.

Sebelumnya beberapa aktivis pemuda dari Gayo mengkritik pertemuan sejumlah tokoh ALA di Hotel Garuda Medan, Sumatera Utara. Mereka heran kenapa pertemuan tersebut berlangsung di luar daerah dan tidak melibatkan semua elemen masyarakat. Selain itu mereka juga menduga pertemuan itu hanya untuk kepentingan segelintir elit politik saja.

Untuk itu mereka menyarankan semua pihak yang berjuang dalam rencana pembentukan Provinsi ALA perlu melakukan pembaharuan dalam strategi perjuangan ini. Para aktivis juga meminta agar gerakan ALA ini harus dibangun dari kalangan masyarakat, lalu lakukan analisa mendalam, serta menyiapkan segala keperluan administrasi, agar kemudian perjuangan ini tidak berakhir dengan kegagalan lagi.

Komentar

Loading...