Unduh Aplikasi

Terkait Pernyataan Soedarmo, Irwan Djohan Malah Salahkan Media

Terkait Pernyataan Soedarmo, Irwan Djohan Malah Salahkan Media
Wakil Ketua DPRA Irwan Djohan. Foto: Facebook

BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Perwakilan (DPR) Aceh, Teuku Irwan Djhohan menilai pernyataan yang dilontarkan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Soedarmo perihal meminta dewan untuk tidak mengganggu program yang disusun oleh eksekutif, hanya kesalahan media saja.

“Saya yakin tidak demikian maksud dari saudara plt gubernur,” kata Irwan. “Saya rasa ada kesalahan media dalam memaknai kalimat dan konteks pernyataan dari plt gubernur.”

Menurutnya, Soedarmo adalah orang yang sangat paham sistem pemerintahan di Indonesia. Pasalnya, plt gubernur merupakan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum di Kementerian Dalam Negeri.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, maksud Soedarmo yaitu kerjasama yang baik antara eksekutif dengan DPR Aceh, sehingga program-program saudara yang diusulkan eksekutif tidak terganggu.

Sebagaimana diketahui, kata Irwan, plt gubernur memiliki tugas-tugas yang wajib diselesaikan selama tiga bulan menjabat di Aceh. “Sebagaimana diperintahkan oleh Mendagri, diantaranya adalah mensukseskan pilkada, pengesahan APBA 2017 serta pengesahan beberapa rancangan qanun lainnya termasuk qanun Pilkada, SOTK, dan lain-lain.”

Jadi, lanjutnya, hal itu yang dimaksud oleh plt gubernur, agar tugas-tugas tersebut tidak terganggu, lewat kerjasama yang harmonis dengan DPR Aceh.

“Untuk sikap resmi DPRA, kami juga mendorong terwujudnya kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif,” terangnya kepada AJNN, Rabu (9/11).

Irwan juga meminta anggota DPR Aceh lain untuk tidak reaksioner serta menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan. “Kita tidak mau berbalas pantun di media, sehingga mengganggu jalannya pemerintahan dan ujung-ujungnya bisa meresahkan dan merugikan rakyat,” katanya.

Baca: Azhari Cage Sesalkan Pernyataan Soedarmo

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh Soedarmo, saat dikonfirmasi AJNN mengatakan maksud yang disampaikan tidak seperti yang diberitakan sejumlah media.

“Bukan begitu, saya berusaha melakukan komunikasi dengan anggota DPR Aceh. Saya melakukannya untuk harmonisasi antara saya sebagai plt gubernur dengan anggota DPR Aceh,” katanya.

Komunikasi dimaksud Soedarmo untuk menyelesaikan qanun-qanun yang akan dituntaskan. “Arahnya ke situ, bukan meminta DPR Aceh tidak mengganggu eksekutif,” terangnya.

Baca: GeRAK Aceh Menilai Pernyataan Soedarmo Melenceng

Soedarmo juga berharap agar qanun yang belum selesai bisa tuntas pada pertengahan bulan Desember mendatang.

Senada dengan Soedarmo, Ketua Komisi I DPR Aceh Abdullah Saleh, mengatakan maksud pernyataan plt gubernur ingin mengatakan bahwa beberapa agenda perlu kerja sama dengan dewan. “Butuh kerja sama dan pelibatan DPR Aceh,” kata Abdullah Saleh, kepada AJNN.

Komentar

Loading...