Unduh Aplikasi

Terkait Penipuan, BKD DPRK Aceh Tengah Tak Bisa Periksa AMR

Terkait Penipuan, BKD DPRK Aceh Tengah Tak Bisa Periksa AMR
Pengendara melintasi spanduk anggota DPRK Aceh Tengah. Foto: lintasgayo.com
ACEH TENGAH - Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah, Hamdan, mengaku belum menerima laporan penyimpangan yang dilakukan salah satu anggota dewan. Beberapa waktu lalu, Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Gayo melaporkan anggota dewan berinisial AMR ke polisi atas tuduhan penipuan dana gempa Gayo.

"Kami belum mengetahui masalah itu. Dan belum menerima laporan terkait hal tersebut,” kata Hamdan kepada AJNN, Kamis (31/3).

GeRAK Gayo resmi melaporkan AMR dan seorang karyawan hotel di Aceh Tengah ke polisi. Laporan tersebut bernomor TBL/39/III/Aceh/Res Ateng, tertanggal 21 Maret 2016. Selain melaporkan AMR dari Partai Demokrat, Gerak juga melaporkan Aan, salah seorang karyawan hotel milik AMR.

GeRAK Gayo dalam laporanya menyebutkan Edi Isma, warga Bukit Iwih, Tami Delem, Kecamatan Kebayakan, ditipu oleh AMR dan Aan. Oleh AMR dan Aan, Edi dimintai kartu tanda penduduk dan kartu keluarga untuk pengurusan bantuan.

Namun bantuan yang dijanjikan tak kunjung diterima Edi. Ternyata, dana bantuan untuk Edi, dinikmati diam-diam oleh para pelaku. Korban baru mengetahui kejadian itu pada bulan ini saat tim fasilisator dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Tengah, yang menanyakan bantuan korban gempa yang diterima korban. Karena korban tercatat sebagai ketua Pokmas Taring 1.

Menurut BPBD, korban menerima dana korban gempa senilai Rp 20 juta. Usai mengetahui hal ini, korban mendatangi AMR dan Ann untuk meminta pertanggungjawaban. Saat bertemu, AMR mencoba merayu korban dan berjanji akan memberikan saham kepemilikan hotel kepada korban.

Tawaran ini ditolak Edi. Dia bahkan mendatangi Gerak Gayo dan meminta lembaga itu melaporkan masalah penggelapan ini ke polisi.

Hamdan, kepada AJNN, mengatakan BKD DPRK Aceh Tengah akan memproses jika ada laporan. Untuk sementara ini, kata dia, pihaknya bisa bertindak. AMR hingga berita ini diunggah belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan penipuan itu.

Komentar

Loading...