Unduh Aplikasi

Terkait Penggusuran Rumah Dosen, DPRA akan Surati Rektor USK

Terkait Penggusuran Rumah Dosen, DPRA akan Surati Rektor USK
Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin didampingi Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian saat menerima Forum warga Kopelma Darussalam. Foto: AJNN/Indra Wijaya.

BANDA ACEH - DPRA dalam waktu dekat akan menyurati Rektor USK, Samsul Rizal. Surat itu menyikapi polemik surat himbauan dari Rektorat Universitas Syiah Kuala (USK) mengenai pengosongan komplek perubahan dosen di Sektor Timur Kopelma.

"Dalam waktu dekat kita akan surati Rektor USK membahas polemik ini," kata  Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin usai menerima keluhanan dari Warga Komplek Darussalam di Ruang Badan Musyawarah, DPRA, Selasa (23/2/2021).

Ia mengatakan, pihaknya akan duduk kembali untuk mencari alternatif terbaik, terkait himbauan Rektor USK yang mengatakan bahwa akhir Maret 2021 Komplek Perumahan itu harus segera kosong.

Baca: TRK Minta Rektor Unsyiah Tak Arogan Gusur Warga Kopelma Darussalam

"Sambil kita mencari alternatif terbaik bagaimana penyelesaiannya," ucapnya.

Lanjutnya, DPRA juga akan menggali perpektif lebih dalam dari pandangan warga dan Dosen yang sudah menempati komplek tersebut.

"Agenda rektorat, atau agenda kampus mengenai pengembangan lahan itu juga kita akan cari jalan terbaik," jelasnya.

Sementara itu Koordinator Forum Warga Kopelma Darussalam, Otto Syamsudin Ishak mengatakan pihaknya tak menginginkan rumah tersebut untuk dimiliki. Namun biarkan dosen yang mayoritas sudah lansia dan menempati rumah itu, agar tetap bisa tinggal hingga akhir hayatnya.

Selain itu menduga, pada praktek pengolahan tanah tersebut ada malaadministrasi. Sebab kata dia, ada masalah kekacauan aset.

"Apa Darussalam itu aset Unsyiah atau asetnya Pemda. Apa yang dilakukan Rektor Unsyiah sudah meresahkan orang tua kami, ada yang stroke dan ada yang stress juga," pungkasnya.

Komentar

Loading...