Unduh Aplikasi

Terkait Pembatalan Pemenang Lomba FL2SN ,Wali Murid Polisikan Pelatih SDN 24 Meulaboh

Terkait Pembatalan Pemenang Lomba FL2SN ,Wali Murid Polisikan Pelatih SDN 24 Meulaboh
Foto: Net

ACEH BARAT - Salah seorang wali murid SD Negeri 2 Meulaboh, Dodi Gusnandar Lubis, melaporkan pelatih tari SD Negeri 24 Meulaboh Susan Handayani ke Kepolisian Resor (Polres) Meulaboh.

Susan dilaporkan atas dugaan pengancaman atau menakut-nakuti wali murid atas pernyataannya kepada media yang mengatakan wali murid akan dilaporkan oleh Dinas Pendidikan, jika pesoalan pembatalan juara satu lomba tari yang dimenangkan oleh SD Negeri 2 Meulaboh dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) masih terus menuai protes.

Baca: Disdik Aceh Barat Bantah Bakal Laporkan Wali Murid SDN 2 Meulaboh

Laporan yang disampaikan oleh wali murid dari Fahratu Zahira Afra, bernomor LP/82/IX//2019/ACEH/RES.ABAR/SPKT didampingi kuasa hukumnya yakni dari Rameune & Partnes yaitu Rahmat Hidayat, Putra Pratama Sinulingga dan Muhammad Suhendra. Laporan dugaan pengancaman dengan cara menakut-nakuti itu disampaikan ke Polres Aceh Barat, pada Senin, (2/9) sore kemarin.

Pengacara Dodil Gusnandar Lubis, yakni Putra Pratama Sinulungga, kepada AJNN mengatakan apa yang dilakukan Susan terhadap pernyataan tersebut telah berdampak buruk bagi kliennya dan siswa dari kliennya tersebut.

“Dasar dari yang kita kutip dari salah satu media online ini, kita jadikan bukti melaporkan susan kepada pihak Kepolisian, lantaran pernyataannya yang mengancam dengan mengatakan dinas akan mempolisikan wali murid dapat membuat resah,” kata Putra, Selasa, (3/9).

Padahal, kata dia, berdasarkan pernyataan dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Ridwan Yahya, kepada media jika dinas tersebut tidak pernah berniat melaporkan wali murid ke Polisi, bahkan ia mengaku tidak pernah mengenal Susan, yang disebut-sebut mencatut nama Dinas itu seperti dilansir Cakradunia.co.

“Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kabupaten Aceh Barat Drs. Ridwan Yahya melalui CAKRADUNIA.CO mengatakan tidak kenal dengan Susan yang selama ini sering membawa nama dinas di setiap tindakannya bahkan tidak ada sedikitpun niat untuk melaporkan wali murid tersebut,” ungkapnya.

 Baca: Protes Pemenang Lomba Tari FL2SN Berbuntut Panjang, Dua Guru Dilaporkan ke Polisi

Dalam laporan yang disampaikan itu, kata dia, pihaknya melaporkan Susan dengan undang-undang nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dengan pasal 45b yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

iPustakaAceh

Komentar

Loading...