Unduh Aplikasi

Terkait Korupsi Keramba, Kejati Aceh Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara 

Terkait Korupsi Keramba, Kejati Aceh Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara 
Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi. Foto: AJNN.Net/Tommy

BANDA ACEH - Hingga saat ini tim penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI atas dugaan korupsi pengadaan Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore) di Sabang.

Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi menyebutkan hasil audit oleh BPK sangat dibutuhkan untuk memastikan kerugian negara dalam pekerjaan pengadaan KJA di Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI dengan nilai kontrak Rp 45,5 miliar sumber anggaran APBN 2017.

"Penyidik masih menunggu hasil audit dari tim auditor BPK," kata Munawal, Selasa (14/1).

Dalam kasus ini, lanjut Munawal, penyidik telah menetapkan mantan Direktur PT Perikanan Nusantara (Perinus) Dendi. Penyidik juga telah menyita uang tunai Rp36,2 miliar yang diserahkan langsung dalam bentuk tunai yang diserahkan ke Kejati Aceh.

"Tersangka masih satu orang, kemungkinan bisa bertambah tergantung penyidikan nantinya," ucapnya.

Baca: Dirjen Perikanan dan Sekjen KKP RI Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Keramba di Sabang

Hasil temuan penyidik dalam kasus ini, penyidik menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pihak perusahaan juga tidak menyelesaikan pekerjaan 100 persen.

"Hingga Januari 2018 pekerjaan tidak selesai dikerjakan, namun pencairan sudah dibayarkan pada 29 Desember 2019," sebut Munawal.

Selain itu juga ada indikasi kelebihan bayar sebesar 89 persen dari 75 persen pekerjaan. Total yang telah dibayarkan sebesar Rp40,8 lebih dari nilai kontrak Rp45,5miliar. 

"Sejumlah barang bukti telah disita, termasuk keramba, dua unit kapal, perlengkapan camera dan peralatan lainnya di Sabang," ungkap Munawal.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...