Unduh Aplikasi

Terkait Korban Keracunan Gas, BPMA: Medco Harus Bertanggungjawab 

Terkait Korban Keracunan Gas, BPMA: Medco Harus Bertanggungjawab 
Logo BPMA. Foto: IST.

BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Medco dan sepakat untuk fokus pada masalah yang dihadapi masyarakat terutama korban yang diduga terhirup gas dari Medco.

Hal itu disampaikan Deputi Operasi BPMA, Edy Kurniawan kepada AJNN, Sabtu (10/4/2021) menanggapi jatuhnya korban 73 warga Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, mengalami mual, muntah (keracunan) karena diduga terhirup gas PT Medco serta 150 jiwa lainnya yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

"Dalam hal ini kita sudah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat terlebih dahulu. Kita akan fokus pada masyarakat yang terdampak dari kejadian ini terlebih dahulu," ujar Edy Kurniawan.

Baca: Puluhan Warga Aceh Timur Keracunan, Diduga karena Gas PT Medco

BPMA menurut Edy sudah berkoordinasi dengan pihak Medco untuk mendata daerah mana yang terkena dampak dan siapa saja korban terdampak.

Edy mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah korban sudah ditangani. Korban yang kondisinya agak berat, sudah dirawat di Rumah Sakit Graha Bunda dan Rumah Sakit Dr Zubir Mahmud dan satu orang korban beserta ibunya sudah dirujuk dan sampai di RSUDZA. Saat ini keduanya sudah didampingi oleh tim dari Medco, termasuk juga dari BPMA untuk melihat kondisi korban.

"Alhamdulillah kondisi kedua orang yang dirujuk ke RSUDZA sudah dalam kondisi membaik," ujar Edy.

Baca: Total 73 Warga Aceh Timur Keracunan Diduga karena Gas PT Medco

Dari musibah yang sudah menimbun korban masyarakat ini, pihak Medco sendiri menurut Edy harus siap bertanggungjawab. 

"Saya sudah sampaikan kepada mereka agar pihak Medco peduli terkait hal ini," ujar Edy.

Investigasi Sedang Berjalan

Saat ini investigasi menurut Edy sedang dilakukan. Namun terkait bagaimana hasil investigasi, dirinya belum bisa memastikannya, karena hal tersebut akan melibatkan banyak pihak seperti Pemerintah Kabupaten, kepolisian dan tim ahli.

"Namun sampai saat ini apa yang terjadi belum bisa dipastikan penyebabnya," jawab Edy.

Terkait kapan hasil investigasi ini akan selesai, Edy juga tidak bisa memastikan hal tersebut. Karena keahliannya tidak di bidang tersebut. Tapi dirinya berharap investigasi bisa segera keluar, sebab semua orang berharap hal ini bisa cepat selesai.

"Kita belum bisa mengatakan bahwa itu kebocoran, karena setiap kegiatan itu ada program kerjanya, prosedurnya. Walaupun belum ada investigasi detail, namun sementara ini, semua prosedur sudah diikuti dengan baik oleh pihak Medco," ujar Pria yang juga Ketua gugus emergency center BPMA.

Baca: Paska Dugaan Keracunan Gas PT Medco, 150 Jiwa Warga Aceh Timur Mengungsi

Edy menjelaskan bahwa semua Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah dilakukan oleh mereka (Medco). Dalam penjelasannya Edy mengungkapkan bahwa di area AS 9, ada beberapa sumur, semuanya Shut down. Sedangkan yang dikerjakan di AS 11.

"Semua personil yang bekerja di situ, adalah mereka yang kompeten di bidangnya masing-masing," ujar Edy.

"Saya pernah bekerja bersama-sama dengan mereka saat di Balikpapan. Namun di area AS 9 mereka ada juga yang terpapar," ujar Edy menambahkan.

Terkait apakah ada efek pembakaran yang jauh sampai ke masyarakat, menurut Edy hal tersebut saat ini menjadi pertanyaan dan Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi semua orang.

"Jarak lokasi kejadian dengan permukiman sekitar 2 kilometer. Inilah yang membuat kita bingung. Jadi memang harus diinvestigasi lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi," ujar Edy.

Baca: Warga Aceh Timur Diduga Keracunan Gas PT Medco, Dewan: Perusahaan Harus Disanksi

Edy juga mengatakan bahwa kegiatan sumur sebenarnya sudah dihentikan semua, sejak tanggal 25 Maret 2021. Sejak tanggal tersebut, Medco tidak beroperasi karena shut down untuk maintenance tahunan.

"Kecuali untuk sekedar memanaskan pabrik. Tapi tidak ada produksi," ujar Edy.


Dalam informasi sebelumnya, puluhan warga Dusun CV 8 Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur mengalami pusing lalu muntah-muntah dan harus di rawat di rumah sakit. Puluhan warga tersebut diduga keracunan gas PT Medco.

Informasi diperoleh AJNN, Jum'at (9/4/2021) puluhan warga tersebut diduga terhirup SO2 (asap) milik PT Medco dari lokasi yang sedang ada pencucian sumur di Alue Siwah Serdang, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Untuk warga yang mengalami mual, pusing dan muntah-muntah (keracunan) saat ini sudah di bawa ke Puskesmas Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam untuk mendapat perawatan medis.

Informasi diterima AJNN, pihak perusahaan PT. Medco telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian untuk memastikan tentang kebenaran bau gas tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, kegiatan pencucian sumur di Alue Siwah Serdang, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur telah dihentikan sementara.

Jumlah korban yang harus dirawat akibat kejadian tersebut mencapai 73 sedangkan 150 jiwa warga Desa Panton Rayeuk lainnya harus mengungsi ke kantor Camat Banda Alam, Jum'at (9/4/2021).

Upaya pengungsian tersebut dilakukan untuk menghindari bertambahnya korban keracunan. Untuk membantu korban pengungsian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mendirikan dua unit tenda dan ambal di halaman kantor Camat Banda Alam. Bantuan turut datang dari Dinas Sosial Aceh Timur berupa dapur umum untuk pengungsi. 

Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi mengatakan, warga yang mengalami pusing dan muntah-muntah semuanya telah mendapatkan perawatan medis. 

"Sejauh ini sejumlah warga telah tertangani dan mendapatkan perawatan medis, dilokasi pengungsian juga telah tersedia tenda, ambal dan juga dapur umum," kata Ashadi.

Dari data yang diperoleh kata Ashadi, ada 15 Kepala Keluarga (KK), dan 150 jiwa yang turut dievakuasi ke lokasi yang dianggap lebih aman (tempat pengungsian). 

"Alhamdulilah semua korban telah tertangani dan sampai saat ini kondisi aman dan terkendali dilokasi pengungsian," ungkap Ashadi.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...