Terkait Konser Ditengah Pandemi Covid-19 di Langsa, Ini Komentar Panitia 

Terkait Konser Ditengah Pandemi Covid-19 di Langsa, Ini Komentar Panitia 
Penampilan konser musik di Hutan Kota Langsa yang digelar oleh panitia pelaksana Jambore Daerah (Jamda) Aceh 2021. Foto: Capture rekaman video.  

LANGSA - Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh yang juga Ketua Panitia Pelaksana Jambore Daerah (Jamda) Aceh 2021, Djufri Effendi meminta maaf terkait gelaran konser musik di tengah pandemi Covid-19 yang berlangsung di Huta Kota Langsa pada Rabu malam 29 September 2021 lalu.

Menurut Djufri, konser yang berlangsung malam itu bukan konser musik khusus, namun itu adalah penampilan Apache 13 yang salah satu anggotanya adalah anggota pramuka, sehingga mereka menyumbang empat buah lagu Aceh sebagai selingan hiburan pada malam Tanah Rencong.

Pada malam Tanoeh Rencong tersebut panitia menyuguhkan berbagai kesenian Aceh, salah satunya penampilan grup Apache 13. Sebagai bagian dari tradisi jambore, panitia kemudian melepas kembang api sebagai penyemangat bagi adik-adik peserta sebelum mengakhiri kegiatan bersama. 

"Namun demikian, panitia Jamda Aceh 2021 memohon maaf apabila kegiatan tersebut meresahkan warga sekitar. Tidak ada tujuan lain selain memberikan semangat bagi para peserta serta semuanya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Djufri dalam keterangan tertulisnya seperti diterima AJNN, Jum'at (1/10/2021).

Djufri menjelaskan, kegiatan Jambore Daerah Aceh 2021 yang berlangsung di Hutan Kota Langsa adalah sebuah wahana kegiatan bagi pramuka penggalang (tingkat SMP) yang berisi berbagai kegiatan positif, bertujuan untuk membangun karakter pemuda. Seperti, mendayung, menyelam, memanah, skateboard, pentas seni Aceh dan rangkaian doa bersama. 

Jambore Daerah Aceh 2021 yang dilaksanakan di Kota Langsa, adalah jambore pertama yang dilaksanakan di Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, Kwartir Daerah Aceh telah menyiapkan berbagai alur serta skenario untuk dapat melaksanakannya dengan aman. Semua peserta dan bagian kontingen yang hadir sudah divaksin, dan semuanya wajib melakukan Swab Antigen sebelum memasuki area perkemahan. Tim Swab dari Dinas Kesehatan Kota Langsa juga disiagakan di pintu masuk ketika proses kedatangan kontingen berlangsung. 

"Semua peserta melalui proses screening kesehatan yang ketat, lalu ditandai dengan gelang biru bagi mereka yang sehat. Dan bagi yang memiliki penyakit selain gejala covid akan diberikan gelang kuning agar dapat dipantau setiap harinya. Demikian juga seluruh pendukung seperti petugas di hutan kota semuanya di berikan QR code khusus sebagai akses masuk. Panitia pun menyiapkan sebuah aplikasi khusus untuk mencegah sentuhan langsung (touchless) selama jambore berlangsung bernama Haicamp," kata Djufri.

Menurut Djufri, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya di Hutan Kota Langsa seperti menampilkan grup band lokal Apache 19, sama sekali tidak ada pelanggaran Prokes, karena yang berdekatan adalah anggota satu regu, yang juga tidur ditenda bersama-sama.

"Penyalaan kembang api-pun hanya berlangsung selama 5 menit," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masyarakat Langsa dihebohkan dengan berlangsungnya konser musik dan kegiatan hura-hura membakar kembang api di Hutan Kota, Rabu malam (29/9/2021). 

Padahal kondisi daerah masih berstatus pandemi Covid-19 dan pihak Satgas Penanganan Covid-19 tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi meminta masyarakat untuk tidak membuat kerumunan (berkumpul) guna memutuskan mata rantai penyebaran virus mematikan itu.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah setempat juga telah membatasi kegiatan masyarakat yaitu memberlakukan jam malam, cafe dan warung-warung kopi dilarang beroperasi diatas pukul 22.00 WIB.

Namun virus corona atau Covid-19 seakan takut untuk datang ke Hutan Kota. Hal tersebut terbukti, seratusan orang yang tergabung dalam Praja Muda Karana (Pramuka) bebas menikmati konser musik dan berjoget ria di Hutan Kota Langsa, lokasi berlangsungnya kegiatan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021, sekitar pukul 22.00 WIB.

Tidak hanya konser musik yang dibawakan oleh grup band lokal Apache 13, kegiatan bakar-bakar kembang api juga berlangsung meriah dipertontonkan tadi malam, tanpa peduli banyak orang sakit sedang dirawat di Rumah Sakit yang tidak jauh dari lokasi (hutan kota).

Akibatnya, kegiatan konser musik dan bakar kembang api yang terekam di video handphone tersebut kini viral dimedia sosial dan menjadi perbincangan masyarakat, khususnya warga Kota Langsa.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini