Unduh Aplikasi

Terkait Kematian Pekerja Wiratako, Polisi Ambil Sampel Darah Sejumlah Saksi

Terkait Kematian Pekerja Wiratako, Polisi Ambil Sampel Darah Sejumlah Saksi
Topi yang diduga milik pembakar dan pembunuh Munir Diwa. Foto: ist
NAGAN RAYA - Kepolisian Resor Nagan Raya memeriksa sejumlah saksi terkait kematian Munir Diwa (50), pekerja di barak PT Wiratako, dan Nurul (40), istrinya. Polisi juga mengambil sampel darah mereka.

Keduanya tewas mengenaskan dalam kebakaran hebat di barak milik Wiratako di Desa Mondua, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya. Kepala Polres Nagan Raya Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Andrianto, seperti dikutip Kasat Reskrim AKP Muhayat Effendie, mengatakan sejauh ini polisi memeriksa 17 saksi. “Nanti kita akan cocokan dengan DNA di barang bukti yang ada,” kata Muhayat, Kamis (28/4).

Dari hasil pemeriksaan, hingga saat ini, belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi belum mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan dan menahan tersangka.
Di antara 17 tersangka, polisi memeriksa dua saksi secara intensif. Mereka ditahan selama 24 jam. Namun polisi terpaksa membebaskan kedua saksi karena tak memenuhi syarat. “Status mereka masih tetap saksi,” kata Muhayat.

Para saksi adalah sejumlah orang yang diduga mengetahui pembakaran ini, seperti aparat gampong, personel perusahaan dan saksi korban atau pelapor.

Tragedi yang terjadi Ahad dini hari lalu mengakibatkan Api yang menyala dengan cepat melahap semua barak yang terletak di lokasi tersebut hingga tak ada yang bisa dilakukan warga untuk memadamkan api. Di lokasi kejadian juga ditemukan obor dan topi yang diduga milik pelaku.

Komentar

Loading...