Unduh Aplikasi

Terkait Isu Dendeng Babi Cap Kelinci, Pemerintah Aceh Lapor Polisi

Terkait Isu Dendeng Babi Cap Kelinci, Pemerintah Aceh Lapor Polisi
Jubir Pemerintah Aceh membuat laporan ke Polisi terkait isu Dendeng Babi cap Kelinci. Foto; Tommy.

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh membuat laporan ke Ditreskrimsus Polda Aceh terkait isu beredarnya dendeng babi cap kelinci "AGUAN" yang disinyalir diproduksi di jalan Malahayati Km 14,5 kawasan Aceh Besar.

Laporan tersebut diserahkan Pemerintah Aceh melalui Juru Bicara dan kepala bagian bantuan hukum Biro Hukum Setda Aceh kepada Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus sekira pukul 14.45 WIB, Kamis (15/8).

Jubir Pemerintah Aceh, Saifulah Abdulgani menyebutkan isu dendeng babi telah meresahkan masyarakat, sehingga Pemerintah Aceh harus mengambil langkah-langkah atau sikap agar masyarakat tidak panik atas adanya isu peredaran dendeng babi tersebut.

"Jika ini di biarkan, keresahan semakin meluas, kita khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Saifulah didampingi Sulaiman mewakili Kepala Biro Hukum Setda Aceh.

Laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian ini, kata Saifulah, pemerintah Aceh berharap penegak hukum bisa mengambil langkah pengusutan lebih lanjut. Apalagi isu dendeng babi tersebut telah beredar luas di Media Sosial (Medsos)

"Mungkin pihak kepolisian bisa mencari dari mana sumber informasi peredaran dendeng babi ini yang telah menyebar luas di Medsos," ujarnya.

Ia menyebutkan pasca isu beredarnya dendeng babi di kawasan Aceh Besar itu, pihak pemerintah Aceh telah berkoordinasi dengan muspika setempat untuk mencari tahu atas isu yang berkembang itu.

"Dulu memang dikawasan jalan Malahayati Km 14,5 memang ada peternakan babi, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Orang yang disebut-sebut bernama Aguan itu juga sudah tidak berada di Aceh lagi," katanya.

Sementara Wiratmadinata menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu dendeng babi cap kelinci. Menurutnya kemungkinan ada pihak yang tidak bertanggungjawab dengan cara merekayasa seolah-olah dendeng babi itu di produksi di Aceh.

"Mungkin ada pihak yang berniat tidak bagus terhadap Aceh, sehingga merekayasa dendeng itu di beredar di Aceh. Ini tidak akan kita biarkan karena merusak nama baik Aceh, jadi biar pihak kepolisian melakukan pengusutan. Masyarakat tidak perlu resah," ungkapnya.

Komentar

Loading...