Unduh Aplikasi

Terjepit Aturan Pembatasan

Terjepit Aturan Pembatasan
Ilustrasi: Herald.

PEMERINTAH menyebut pembatasan perjalanan untuk mencegah mudik Idul Fitri tahun ini sebagai penyekatan. Namun bagi para sopir kendaraan umum ini hal ini adalah pembatasan rezeki.

Praktis, hingga lebaran dan dua pekan ke depan, mereka tak bisa mendapatkan uang karena mereka tidak bekerja. Dan sebagian besar para sopir angkutan umum ini menghasilkan pendapatan setiap bekerja.

Para sopir angkutan umum, khususnya bus, mendapatkan komisi 15-25 persen dari setiap tiket yang terjual. Saat-saat menjelang Idul Fitri atau sesudahnya menjadi waktu bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan lebih karena meningkatnya volume penumpang di masa-masa itu. 

Namun kini dapat dipastikan mereka tidak akan menghasilkan untuk dibawa ke rumah. Tentu saja ini menimbulkan permasalahan tersendiri karena biasanya, para sopir ini menggantungkan pendapatan hari-hari dari mengangkut penumpang, terutama untuk perjalanan antarkota antarprovinsi. 

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Satuan tugas Covid-19 Provinsi Aceh harus memberikan atensi atas kesulitan yang dihadapi para sopir ini. 

Di negara-negara lain, lockdown atau pembatasan dibarengi dengan pemberian insentif kepada warga yang terdampak. Sehingga para sopir tidak harus menderita atau berutang sana-sini menutupi kebutuhan mereka. 

Besarnya anggaran yang dikelola Pemerintah Aceh seharusnya digunakan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama mereka yang sering kali disebut kelas bawah. Memberikan subsidi untuk para sopir berarti pemerintah membantu mereka untuk tidak terjebak dalam kondisi yang tidak rumit.

Pemerintah Aceh yang menjalankan syariat Islam harus menyadari bahwa mereka berkewajiban untuk mendidik, membimbing, dan menjaga kemaslahatan mereka. Kekuasaan dalam Islam harusnya dimanfaatkan untuk kebaikan bersama. Bahkan Nabi Muhammad saw berpesan bahwa baik buruk rakyat ditentukan oleh dua golongan, pemimpin dan ulama.

Pemerintah daerah, baik di provinsi maupun di kabupaten dan kota, harus juga memiliki semangat untuk menjaga harga diri rakyat. Karena selama ini, yang menonjol dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh hanya semangat untuk menghukum.

HUT Pijay

Komentar

Loading...