Unduh Aplikasi

Terima Bantuan Sembako dari Provinsi, Bupati Aceh Barat: Pembagian Kami Tunda Dulu

Terima Bantuan Sembako dari Provinsi, Bupati Aceh Barat: Pembagian Kami Tunda Dulu
Bupati Aceh Barat, Ramli MS ketika menerima bantuan sembako dari Pemerintah Aceh. Foto: For AJNN

ACEH BARAT - Pemerintah Aceh Barat menerima bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Aceh yang langsung diantar ke posko induk gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Barat, Selasa (28/4).

Namun, berhubung paket bantuan cuma berjumlah 448 orang saja, sehingga pihaknya belum dapat mendistribusikan ke masyarakat karena jumlahnya sangat sedikit, nanti dikhawatirkan akan ada selisih paham di masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan ini.

"Oleh karena itu bantuan dari provinsi ini kami tunda dulu pendistribusianya sembari kami mencarikan cara lain dan kami koordinasikan kembali dengan pihak provinsi," kata Ramli MS.

SK Bupati Aceh Barat terkait nama-nama penerima bantuan Pemerintah Aceh. Foto: Dok AJNN

Menurutnya, jumlah warga miskin di Aceh Barat di luar penerima bantuan lain seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), Baitul Mal serta bantuan lainnya, mencapai 17 ribu lebih kepala keluarga (KK).

"Jadi karena belum sesuai dengan itu kami tunda dulu pembagian, dan kami usulkan data terbaru lagi ke provinsi untuk penerima bantuan, setelah lengkap semua baru kami bagikan," ungkapnya.

Selain itu, ia meminta bagi pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah daerah dan gugus Covid-19, sehingga nantinya bantuan tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat dan bisa menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan baik dan tepat sasaran imbuh Bupati ini.

Di sela kegiatan tersebut, Ramli MS juga menyebutkan update Anggaran Penagganan Covid-19 Di Kabupaten Aceh Barat yaitu sebesar Rp 128 miliar. Adapun anggaran tersebut berasal pemangkasan kegiatan APBK 2020, yang terdiri dari biaya perjalanan dinas keluar daerah, anggaran bimtek dan juga anggaran proyek.

"Dana sebesar ini di gunakan untuk penangan Covid-19," tegas Ramli.

SK Bupati Aceh Barat terkait nama-nama penerima bantuan Pemerintah Aceh. Foto: Dok AJNN

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan data penerima bantuan sembako dampak corona dari Pemerintah Aceh merupakan tanggung jawab kabupaten/kota. Apalagi data penerima itu di SK-kan langsung oleh bupati/wali kota.

"Kami hanya menyalurkan saja sesuai dengan SK yang dikeluarkan bupati/wali kota, kalau memang ada kesalahan data penerima itu menjadi tanggung jawab pemerintah kab/kota," kata Alhudri.

Selain itu, kata Alhudri, data penerima bantuan yang sudah dibuatkan SK oleh bupati/wali kota bisa direvisi. Artinya bantuan yang sudah disalurkan itu tidak boleh double penerima, karena itu akan menjadi masalah hukum.

"Makanya data itu harus valid, Aceh Barat dalam SK penerima bantuan itu 448 paket, kami salurkan sesuai dengan data itu, tidak mungkin lebih," ujarnya.

Setelah diserahkan secara simbolis kepada bupati/wali kota, kata Alhudri, selanjutnya akan menjadi tanggung jawab pemerintah kab/kota untuk menyalurkan sembako itu kepada warga penerima sesuai dengan data yang sudah di SK-kan.

Berita Acara Serah Terima Barang. Foto: Dok AJNN 

"Kalau memang ada kesalahan data itu tanggung jawab bupati/wali kota, silahkan direvisi kalau memang salah, kami tidak punya kewenangan untuk masalah itu," ujar mantan Plt Bupati Aceh Tengah itu.

Bahkan, kata Alhudri, ada beberapa kab/kota yang sudah menyerahkan data penerima bantuan kepada Dinsos Aceh, kemudian meminta untuk merevisi kembali, karena ada kesalahan data atau data tidak lengkap.

"Kami akan salurkan bantuan itu ketika data yang sudah diserahkan lengkap, kalau belum lengkap tidak kami serahkan, SK bupati/wali kota tetap menjadi pegangan kami ketika menyalurkan bantuan," tegas Alhudri.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...