Unduh Aplikasi

Terdakwa PNS Ganda Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Terdakwa PNS Ganda Dituntut 2,6 Tahun Penjara
Sidang tuntutan terdakwa PNS Ganda di PN Banda Aceh. Foto; Tommy.

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut terdakwa berstatus PNS Ganda, Said Zakimubarak dengan hukuman dua tahun lebih enam bulan penjara.

Tuntutan tersebut di bacakan JPU, Cut Henny Usmayanti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh yang dipimpin ketua majelis hakim Deni Saputra didampingi dua hakim anggota. Sidang tersebut dilaksanakan melalui teleconference, Kamis (16/4).

Baca: Jaksa Segera Limpahkan Berkas PNS Terima Gaji Ganda

Dalam tuntutannya, JPU menyebutkan sesuai fakta persidangan, terdakwa Said Zakimubarak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima gaji ganda.

Hal yang memberatkan menurut JPU, terdakwa telah melakukan kerugian negara dengan cara menikmati dan memperkaya diri sendiri. Selain itu, terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

"Hal meringankan, terdakwa belum pernah menjalani hukuman pidana, terdakwa menyesal atas perbuatannya serta berjanji tidak mengulangi lagi dan terdakwa memiliki tanggungan keluarganya," kata JPU.

Terdakwa juga dituntut pidana denda sebesar Rp100 juta subsidair enam bulan kurungan. Selain itu terdakwa juga diwajibkan QAmembayar uang pengganti sebesar Rp315 juta.

Jumlah tersebut selambat lambatnya harus dibayarkan ke negara satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

"Jika dalam satu bulan sesudah adanya putusan tetap tidak dibayarkan maka harta benda akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," sebut JPU.

Dalam hal terpidana tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan dipidana penjara selama satu tahun tiga bulan.

"Sementara barang bukti berupa uang sebesar Rp60 juta dirampas untuk negara sebagai uang pengganti," kata JPU.

Usai membacakan tuntutan JPU, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, mohon waktu dua minggu menyusun nota pembelaan pada persidangan selanjutnya yang akan digelar Kamis (16/4).

 

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...