Unduh Aplikasi

Tepis Isu Negatif, Pejuang ALA Ditantang Boikot Pilkada Aceh 2022

Tepis Isu Negatif, Pejuang ALA Ditantang Boikot Pilkada Aceh 2022
Aktivis pemuda Aceh Tengah, Adi Ariga. Foto: Ist

ACEH TENGAH - Aktivis pemuda Aceh Tengah, Adi Ariga menantang pejuang pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) untuk memboikot pilkada Gubernur Aceh pada tahun 2022 mendatang. Tantangan terbuka yang ditujukan kepada pejuang ALA ini untuk membuktikan kalau isu ALA ada kaitannya dengan politik dan Pilkada 2022.

Selain itu, ia menganggap masalah yang terjadi saat ini adalah belum ada skema dan metode perjuangan yang jelas terkait pembentukan provinsi ALA.

"Saat ini perjuangan ALA bukan dalam tingkatan sepakat atau tidak sepakat saja, karena menurut saya hal ini sudah “clear” dibahas sejak dulu," kata Adi Ariga, Senin (5/10).

Menurutnya perjuangan ALA bukan dalam perdebatan sepakat atau tidak, melainkan metode dan skema perjuangan yang harus dirubah. 

Ia menawarkan ide atau langkah konkrit yang perlu dilakukan adalah memboikot Pilkada Gubernur Aceh yang rencananya akan digelar tahun 2022 nanti. Hal ini akan menegaskan bahwa perjuangan ALA bukan untuk bahan jualan saat pilkada saja, melainkan menunjukkan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Aceh.

Baca: Enam Kepala Daerah Sudah Komit Pembentukan Provinsi ALA

“Saya menantang pejuang ALA untuk memboikot pilkada mendatang, hal ini akan mempertegas bahwa isu ALA bukanlah bargering elit politik lokal semata," tegasnya.

Ia menilai trend pemekaran provinsi saat ini cendrung mengarah kepada political will pemerintah pusat, sehingga tidak perlu ada perdebatan tajam ditingkat masyarakat grass root (Akar rumput).

“Boikot pilkada adalah isu yang menarik secara nasional, tentunya ini adalah mementum yang tepat bagi perjuangan ALA sekaligus pintu masuk untuk melakukan loby dengan pemerintah pusat” kata Adi.

Ia meyakini bahwa perjuangan ALA adalah perjuangan yang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan. 

"ALA adalah pilihan yang paling tepat untuk mengangkat kembali Aceh dimata dunia dan pembentukan provinsi baru ini adalah bukti bahwa Aceh adalah bangsa yang besar," ujarnya.

Komentar

Loading...