Unduh Aplikasi

Tengku Yong Sebut Pimpinan PA Pusat Tak Lagi Pedomani AlQuran dan Hadis

Tengku Yong Sebut Pimpinan PA Pusat Tak Lagi Pedomani AlQuran dan Hadis
ACEH BARAT DAYA - Juru Penerangan Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah 013 Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Tgk Kamaludin atau akrap disapa Tgk Yong dengan tegas mengatakan Pimpinan Pusat Partai Aceh di Banda Aceh tidak lagi berpedoman pada Alquran dan hadis.

Pasalnya, selain tidak mendengar petuah-petuah orangtua yang ada di Banda Aceh, pimpinan PA pusat juga tidak lagi mengedepankan musyawarah dalam mengambil setiap keputusan.

“Allah SWT memerintahkan umat untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan sebagaimana dalam Alquran dan hadis, ternyata pimpinan kami tidak mau melakukannya, jadi untuk apa kami ikut lagi,” ungkap Juru Penerangan KPA Wilayah 013 Blangpidie, Tgk Kamaludin dalam konferensi pers di Kantor DPW PA setempat, Sabtu (12/8) di Blangpidie.

Tgk.Kamaluddin mengeluarkan pernyataan tersebut terkait penetapan dan deklarasi Calon Bupati dan Wakil Bupati Abdya, dari Partai Aceh yang ditetapkan oleh Ketua DPP PA, Muzakir Manaf sebelumnya tanpa dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan PA/KPA di Blangpidie.

“Keputusan deklarasi tersebut tanpa dilakukan musyawarah dengan segenap pimpinan KPA/PA yang ada di wilayah Blangpidie, akan tetapi dilakukan dengan semena-mena, makanya kami tidak mengakuinya,” katanya

Apalagi, lanjutnya, selama ini ada sinyal yang didengar, bahwa petinggi-petinggi KPA dan PA di Banda Aceh sudah melarang dan menunda deklarasi terhadap pasangan tersebut.

“Ternyata petuah-petuah yang disampaikan oleh petinggi-petinggi kami di Banda Aceh tidak didengarkan oleh pimpinan Partai Aceh di pusat, pasangan tersebut terus di deklarasikan tanpa adanya musyawarah,” tutur Tgk Yong.

Kata dia, ketika pimpinan PA pusat tidak lagi mendengar petuah-petuah orangtua yang ada di Banda Aceh, tentu para anggota KPA/PA di daerah kedepan juga tidak mendengarkan lagi perkataan Mualem--sapaan Muzakir Manaf selaku ketua PA pusat.

“Saya beritahukan kepada seluruh masyarakat Abdya, bahwa saya juru penerangan KPA wilayah Blangpidie sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2016 ini, pada hari ini saya mengundurkan diri dari jabatan Juru Penerangan KPA,” katanya

Alasan Tengku Yong mengundurkan diri dari jabatan juru penerangan KPA tersebut dikarenakan pimpinan PA pusat tidak lagi berpedoman pada Al-Quran dan Hadist. Padahal, lanjutnya, didalam Al-Quran sudah jelas tertera setiap ada urusan harus di musyawarahkan.

Selain juru penerangan KPA wilayah Blangpidie, pernyataan penolakan pasangan Erwanto-Muzakir.ND juga diutarakan oleh Ketua Muna Abdya Tengku Zahari, bekas Ketua PA Abdya, M.Nazir bekas Sekretaris PA Abdya Zainal Cot, dan sejumlah anggota KPA/PA wilayah setempat.

Komentar

Loading...