Unduh Aplikasi

Tenggelam Dalam Inflasi

Tenggelam Dalam Inflasi
Ilustrasi: the irish time.

TIM ekonomi di seluruh daerah di Aceh harus benar-benar mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok dan daging menjelang meugang. Di beberapa daerah, saat ini, harga mulai menembus batas yang tidak wajar. 

Di Banda Aceh, kenaikan harga daging berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Di daerah-daerah lain, seperti Aceh Barat dan kawasan barat selatan lain, harga daging juga mulai melambung. 

Kenaikan harga ini semakin diperburuk dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti telur dan minyak goreng. Jika tidak benar-benar diawasi, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat kecil menjelang Ramadan. 

Di daerah-daerah telah dibentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah. Secara garis besar, tim ini bekerja untuk menjaga stabilitas harga. Tim ini terdiri dari Bank Indonesia di daerah, Biro Perekonomian, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Bulog, BUMD, serta pihak terkait lainnya sejauh ini mampu membuka jalan bagi sinergi koordinasi kebijakan dan kegiatan dalam kerangka stabilitas harga.

Nama-nama lembaga itu sebenarnya cukup menjadi jaminan, di atas kertas. Namun kenyataannya, di pasar-pasar, harga sering kali tidak terkontrol. Bahkan tim ini seperti tak berkuku. Terutama di saat-saat terjadi lonjakan kebutuhan, salah satunya menjelang Ramadan. 

Selalu saja yang menjadi korban dari ketidakmampuan pemerintah mengendalikan kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok ini adalah rakyat kecil. Namun seperti biasa pula, tingginya kebutuhan dan terbatasnya jumlah barang menjadi pembenaran. 

Karena itu, perlu koordinasi yang lebih baik lagi di lapangan serta pengawasan yang lebih ketat. Terutama terkait pasokan barang kebutuhan pokok yang masih sangat tergantung dari luar Aceh. 

Pemerintah hendaknya tak sekadar mengantisipasi gejolak kenaikan harga yang bersifat jangka pendek. Pemerintah, terutama tim pengendali ini, perlu membangun perencanaan yang menyentuh akar persoalan, terutama yang bersifat sangat struktural. 

Pemerintah perlu mendorong peningkatan produktivitas dan memastikan jalur distribusi tak tersendat. Sehingga pada Ramadan atau menjelang hari besar lain, harga-harga kebutuhan tidak mencekik rakyat yang berpenghasilan pas-pasan. 

HUT Pijay

Komentar

Loading...