Unduh Aplikasi

Tenaga Medis Terpapar Virus Corona di Aceh Mencapai 200 Orang

Tenaga Medis Terpapar Virus Corona di Aceh Mencapai 200 Orang
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mencatat, sekitar 200 tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) dan kabupaten/kota se Aceh sudah terpapar virus corona (Covid-19).

Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman mengatakan, angka Covid-19 yang menyerang tenaga kesehatan baik perawat maupun dokter sudah mencapai 10 persen dari total kasus positif di Aceh saat ini.

"Sekitar 200 orang tenaga medis sudah terinfeksi. Saya sudah data, tapi ini sangat fluktuatif," kata Safrizal Rahman saat dihubungi wartawan, Minggu (28/9).

Meski demikian, pihaknya tetap bersyukur karena para tenaga medis terpapar corona itu hanya beberapa diantara mereka yang harus menjalani perawatan secara intensif, selebihnya tanpa gejala.

"Kita sangat bersyukur, minimal sekali mereka itu dalam kondisi berat, sampai harus masuk ke ruang intensif, walaupun ada, tetapi rata-rata mereka tanpa gejala," ujarnya.

Safrizal menjelaskan, kebanyakan dari tenaga medis itu dalam kondisi asimtomatik, dimana mereka hanya perlu melakukan isolasi secara mandiri saja. Meskipun demikian, langka antisipasi harus selalu dilakukan.

"Tetapi apapun itu tetap perlu ada upaya juga dari RS untuk memproteksi tenaga medis dengan berbagai macam tata cara," ucapnya.

Seperti di RSUDZA, kata Safrizal, rumah sakit pemerintah Aceh itu sudah membuat satu UGD penapisan, atau screening yang cukup ketat, serta dilakukan pemisahan pasien.

Menurut Safrizal, langkah seperti itu perlu dilaksanakan karena ada dua hal yang bisa menyebabkan penularan Covid-19 di rumah sakit, yakni pasien menularkan kepada tenaga medis, atau sebaliknya tenaga medis ke pasien.

"Tapi terpenting adalah, tenaga medis juga harus memperhatikan aktivitas mereka diluar rumah sakit. Kadang-kadang tidak terkena di rumah sakit karena terlindungi APD, tapi mendapatkannya dari keseharian kita di tempat keramaian," pungkas Safrizal.

Komentar

Loading...