Unduh Aplikasi

Temuan Pansus DPRA di RS Regional Meulaboh: Cat dan Besi Bangunan Dipertanyakan

Temuan Pansus DPRA di RS Regional Meulaboh: Cat dan Besi Bangunan Dipertanyakan
Gambar miniatur Rumah Sakit Umum Regional Meulaboh. Foto: Ist

ACEH BARAT - Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh memantau kegiatan pembangunan rumah sakit regional Meulaboh yang ada di Kabupaten Aceh Barat. Kunjungan dipimpin Tarmizi SP, untuk memastikan perkembangan pembangunan rumah sakit itu.

Salah seorang anggota DPRA, Fuadri, yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan dari hasil pansus yang dilakukan ada beberapa temuan yang dianggap perlu perbaikan terhadap pembangunan rumah sakit itu.

Menurut Fuadri temuan di rumah sakit regional itu yakni penggunaan besi yang diragukan kekuatannya serta cat yang mengelupas. Rumah sakit itu berada di Jalan Kayu Putih, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.

“Temuannya memang bukan terlalu hal yang besar. Adapun temuan yang kami anggap perlu perbaikan itu seperti besi bangunan yang digunakan. Menjadi pertanyaan kami apakah layak digunakan, apalagi rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari laut, terus catnya yang mengelupas,” kata Fuadri.

Fuadri mengatakan kunjungan pansus yang dilakukan pada Selasa (8/7) kemarin, pihaknya melihat dua gedung yang dibangun tahun 2019 lalu hampir selesai, dan diminta agar Pemerintah Aceh untuk menyelesaikan tahun 2021 mendatang.

Ia menjelaskan dua gedung itu perlu segera diselesaikan pembangunannya pada tahun 2021 untuk mengatasi kekurangan ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh.

“Melihat perkembangannya tahun 2019 kemarin, ada dua gedung dari sejumlah gedung yang ada disitu hampir selesai dibangun tahun 2019 lalu. Jadi kami harap pada tahun ini hingga 2021 segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan untuk menampung pasien di Cut Nyak Dhien yang saat ini hampir penuh,” kata dia.

Pembangunan rumah sakit regional Meulaboh itu menghabiskan anggaran Rp 150 miliar, dimana secara keseluruhan membutuhkan anggaran Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar.

Komentar

Loading...