Unduh Aplikasi

Temuan Pansus DPRA, Biogas di Pidie Jaya Bermasalah

Temuan Pansus DPRA, Biogas di Pidie Jaya Bermasalah
Musa Sabi menjelaskan permasalahan biogas kepada tim Pansus DPRA di lokasi biogas bantuan Pemerintah Provinsi Aceh di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan pansus ke Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (11/7). Pansus tersebut dengan anggota DPRA antara lain, Sulaiman Ary dan Abubakar memantau sejumlah proyek di Pidie Jaya, salah satunya bantuan biogas tahun 2018 di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu.

Dalam kesempatan itu, penerima manfaat biogas bantuan Pemerintah Provinsi Aceh di Gampong Rhieng Blang, Musa Sabi mengungkapkan permasalahan biogas tersebut kepada anggota DPRA.

"Sejak pemakaian pertama, sekitar 20 hari saya gunakan, satu ember kotoran lembu yang saya masukan, biogasnya tidak cukup untuk memasak dua liter air pun, kalau untuk mengoreng telur hanya bisa masak dua telur. Karena itu, saya memutuskan untuk tidak lagi mengunakan biogas tersebut," kata Musa Sabi.

Ia juga mengatakan, misalkan pihak terkait ingin memperbaiki biogas bantuan tersebut, ia lebih memilih untuk tidak diperbaiki lagi, alasannya, tenaga yang dihabiskan tidak seauai dengan gas yang dihasilkan.

"Capek-capek saya angkut kotoran lembu dari sana, tapi akhirnya sama seperti dulu juga, lebih baik tidak usah diperbaiki lagi," jelas Musa kepada Abubakar.

Baca: GeRAK: Temuan Pansus Wajib Diteruskan, Bukan Disimpan dalam Lemari

Hal senada juga diungkapkan penerima manfaat lainnya, M Adam. Menurutnya, ia lebih memilih mengunakan elpiji 3 Kg daripada harus membuang banyak tenaga untuk menghidupkan biogas bantuan pemerintah tersebut

"Untuk apa kami memasukan kotoran lembu lagi, yang dulu tidak berhasil. Kalau saya beli elpiji 3 Kg dengan harga sekitar Rp 20 ribu bisa bertahan hingga 20 hari. Kalau biogas ini, pagi sore angkut kotoran lembu untuk dimasukan kesana, tapi hasil tidak ada," ketus Adam di hadapan Sulaiman Ary.

Kabid Energi dan Kelistrikan pada Dinas ESDM Aceh, Dedi M Roza yang hadir di lokasi menyebutkan, tidak berfungsinya sejumlah biogas di Gampong Rhieng Blang agar tidak menjadi tolak ukur bagi anggota DPRA yang melakukan pansus ke Pidie Jaya.

Ia menyebutkan, masih banyak biogas bantuan Pemerintah Aceh tahun 2018 di gampong lain yang berfungsi, misalnya di Gampong Rhieng Mancang.

Namun di lokasi, Abubakar atau yang biasa disapa Bang Baka Ubit itu meminta agar biogas bantuan tersebut semuanya harus berfungsi.

"Tidak boleh seperti itu, harus berfungsi dengan baik semuanya," sahut Bang Baka mendengar pernyataan Dedi M Roza.

Sementara itu, Sulaiman Ary dalam kesempatan itu setelah mendengar keterangan dari Darmisra (penerima manfaat), meminta supaya tidak ada pengiringan keterangan dari penerima manfaat.

"Jangan ada penggiringan, ini faktual yang disampaikan, dan keterangan ini juga disampaikan langsung oleh penerima manfaat. Berarti bukan karena terlantar tidak berfungsi, tapi dari dulu tidak maksimal sehingga terlantar," pinta Sulaiman Ary menegaskan.

Dikonfirmasi ulang terkait pansus biogas tersebut, Bang Baka Ubit mengatakan, seandainya bantuan biogas itu berfungsi dengan baik, maka manfaat bagi masyarakat penerima bantuan sangat besar.

Namun setelah melihat dan mendengar langsung keterangan masyarakat di lokasi, biogas tersebut menjadi temuan pihaknya dalam melakukan pansus di Pidie Jaya.

Baca: Kejari Pidie Jaya Mulai Dalami Masalah Biogas

Bahkan ia menyebutkan, biogas tersebut adalah kegagalan bagi Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas ESDM dalam memberi bantuan kepada masyarakat.

"Ini satu temuan, ini adalah kegagalan pemerintah, karena bantuan dari pemerintah tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," jelasnya.

Komentar

Loading...