Unduh Aplikasi

Tempat Penampungan Imigrasi Rohingya Terkendala Air Bersih

Tempat Penampungan Imigrasi Rohingya Terkendala Air Bersih
Imigran Rohingya sedang melaksanakan Salat berjamaah. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe akan kembali menggelar rapat koordinasi terkait rencana pemindahan tempat penampungan 99 imigran Rohingya yang saat ini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Rencana pemindahan itu dilakukan karena bekas Kantor Imigrasi dianggap tidak layak huni.

Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terhadap pemindahan tempat penampungan puluhan imigran Rohingya tersebut. Karena, menurutnya Senin (29/6) mendatang akan digelar kembali rapat koordinasi terkait hal tersebut.

“Kita akan tunggu hasil rapat koordinasi yang akan digelar dua hari ke depan, jika memang dipindahkan ke wilayah Kota Lhokseumawe pihaknya akan siap untuk menampungnya,” katanya kepada AJNN, Sabtu (27/6).

Sambung Yusuf, terkait dengan tidak adanya kamar mandi di lokasi penampungan saat ini, pihaknya akan berupaya sesegera mungkin menangani hal tersebut. Selain itu, air bersih juga akan dipasok dengan menggunakan mobil, karena jika digalikan sumur akan memakan waktu yang lama.

“Untuk tindak lanjut penanganan ke depan, kita tunggu hasil rapat koordinasi yang akan dilakukan oleh Forkopimda dan Tim Gugus pada Senin mendatang,” ujarnya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto mengatkan, terkait pengamanan dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Lhokseumawe, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja Lhokseumawe.

“Baru saja kami melangsungkan rapat dengan Kementrian Politik Hukum dan Keamaman (Polhukam), kemungkinan saat ini masih Rohingya tersebut masih diseterilkan oleh UNHCR terkait dengan indetitas mereka,” katanya.

Namun, karena ada rencana akan dipindahkan ke tempat penampungan baru di kawasan Desa Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, maka Pemerintah Kota Lhokseumawe saat ini sedang mempersiapkan fasilitas baik sarana maupun prasarana.

Komentar

Loading...