Unduh Aplikasi

Tembak Kaki Kena Kepala

Tembak Kaki Kena Kepala
Ilustrasi: ejperkins

BADAN Narkotika Provinsi Aceh menembak mati Ridwan Ilyas Jamil. Pria ini diduga sebagai bagian dari jaringan narkoba jenis sabu-sabu seberat 36 kilogram dari Aceh Pelabuhan Merak, Banten, dan menjadi buronan.

Cerita tentang narkoba di negeri ini seperti tak pernah usai. Banyak dari pengedar narkoba yang ditembak polisi atau tertangkap dan menjalani hukuman. Seperti daun, muncul pengedar-pengedar baru yang tak kalah cakap dan lihai dari pendahulunya.

Semua mengakar kepada para bandar besar yang terus mengendalikan operasi penyelundupan sabu-sabu dari luar negeri. Baik di luar penjara ataupun di dalamnya. Mereka juga cukup cekatan menggunakan jalur laut yang tak berpenjaga sebagai pelabuhan impor sabu-sabu.

Karutnya pengelolaan lembaga pemasyarakatan dan belum optimalnya penegakan hukum dimanfaatkan sepenuhnya oleh jaring pengedar narkoba untuk menjalankan bisnis mereka. Terkadang, seluruh sistem hukum yang tersedia ini memunculkan rasa frustrasi, tidak hanya di masyarakat, namun juga aparat penegak hukum dalam melindungi negara dari pengaruh buruk penggunaan narkoba.

Hal ini pula yang menyebabkan banyak pihak meragukan efektivitas hukuman mati di negeri ini terhadap pengedar dan bandar narkoba. Jika melihat dampak penggunaan narkoba dan pengaruh terhadap orang-orang terdekat, hukuman mati amatlah penting.

Tapi hal ini hendaknya tidak mendorong aparat “mengeksekusi” para pengedar narkoba, seperti yang terjadi di Filipina, tanpa proses peradilan. Kita tentu berharap petugas mampu bertindak wajar dan menggunakan cara seperlunya untuk saat berada di lapangan.

Karena keterangan dari para pengedar tertangkap juga penting untuk membongkar jaringan mereka. Itu tidak akan didapat jika pelaku terbujur kaku. Satu hal yang pasti, aparat kepolisian dan badan antinarkoba yang memegang senjata harus “bersih” dan benar-benar mahir. Jangan sampai membidik kaki yang kena justru kepala.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...