Unduh Aplikasi

Teguh Santosa Terpilih sebagai Ketum JMSI

Teguh Santosa Terpilih sebagai Ketum JMSI
Penyerahan Pataka kepada ketua terpilih.

JAKARTA - Teguh Santosa terpilih sebagai Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat periode 2020-2025.

Teguh dipilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional I JMSI pada tanggal 23 hingga 29 Mei 2020. Munas tersebut dilaksanakan untuk pertama kali secara virtual dan Riau bertindak sebagai tuan rumah, yang dibuka Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dalam rangka Munas, JMSI juga menggelar berbagai kegiatan secara virtual seperti diskusi dengan Dubes China, Korea Selatan dan Vietnam serta lomba baca puisi secara virtual.

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun menyambut baik pelaksanaan Munas JMSI.

“Silahkan JMSI menggelar Munas untuk menjadi konstituen Dewan Pers,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pers saat ini adalah kualitas terhadap pemberitaan. Apalagi saat ini maraknya berita hoax, inilah yang membedakan media online dengan media sosial.

Selain memilih ketua, dalam munas yang diikuti sekitar 350 perusahaan pers sebagai peserta dari 24 Dewan Pengurus Daerah (DPD) JMSI. Kegiatan itu diikuti secara virtual di kantor masing-masing yang juga membahas dan mengesahkan AD/ART, serta menetapkan Program Kerja Tahunan JMSI.

Saat membuka Munas, Menko Airlangga Hartarto berada di ruang kerjanya, Kantor Menko Perekonomian di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. 

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Munas JMSI resmi kami buka,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,Selasa sore (23/6) lalu.

Dalam kesempatan itu, Airlangga Hartarto yang adalah Ketua Umum Partai Golkar didampingi Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin. Selain DPD JMSI dari seluruh Indonesia, pembukaan Munas I JMSI juga dihadiri wartawan senior dan Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ilham Bintang.

Siapa Teguh Santosa?

Teguh Santosa lahir di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, pada 30 Juli 1975, adalah pendiri Kantor Berita Politik Republik Merdeka atau RMOL. Nama tengah Timur mulai digunakannya pada tahun 1999.

Suami dari Intansari Fitri, ayah dari Farah Shafa Kinanti Santosa, Timur Muhammad Santosa, dan Tafta Ali Santosa, telah mempunyai minat dan ketertarikan pada dunia pers sejak masih muda. Saat menjadi mahasiswa di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Padjajaran (Unpad), Teguh bergabung dengan Lembaga Penerbitan Mahasiswa Polar dan memimpin lembaga itu pada periode 1997-1999.

Teguh Santosa mendapatkan beasiswa International Fellowships Program (IFP) dari Ford Foundation untuk melanjutkan pendidikan S-2 di University of Hawaii at Manoa, Honolulu, Amerika Serikat pada tahun 2007 sampai 2009. Saat menetap di Hawaii, Teguh dipercaya sebagai Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias) Chapter Hawaii.

Kini Teguh sedang menyelesaikan pendidikan doktoral di Jurusan Hubungan Internasional UNPAD, menulis prospek reunifikasi Korea Utara dan Korea Selatan.

Saat ini Teguh Santosa sedang menyusun buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” yang diangkat dari wawancaranya dengan sejumlah dutabesar negara sahabat di Jakarta.

Komentar

Loading...