Unduh Aplikasi

Tata Cara Salat Gerhana Matahari

Tata Cara Salat Gerhana Matahari
BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Tgk. H. Faisal Ali mengatakan shalat gerhana matahari dilaksanakan kalau sudah terjadi gerhana matahari, jika belum terjadi maka belum bisa dilaksanakan.

Shalat Kusuf atau shalat matahari tersebut, katanya, boleh dilakukan secara perseorangan ataupun secara berjamaah. Baik itu di mesjid atau di lapangan.

“Shalatnya sama seperti shalat sunnah lainnya, dua rakaat juga. Tapi dalam salat ini, satu rakaat dua kali ruku dan dua kali iktidal. Kalau dilaksanakan secara berjamaah disunnahkan baca qutbah,” kata Tgk Faisal kepada AJNN, (8/3).

Didalam qutbah, kata Lem Faisal, khatib menceritakan tentang tanda-tanda kebesaran Allah. Menceritakan tentang fenomena alam yang memperlihatkan bahwa gerhana matahari itu adalah salah satu kebesaran Allah.

“Baiknya, kalau salat dilaksanakan secara berjamaah. Kemudian jika kita ingin melihat boleh tidak ada masalah. Kalau kita lihat tidak ada lebihnya, kalau tidak kita lihat tidak ada kurangnya,”ungkap Lem Faisal.

Berikut tata cara salat gerhana matahari yang dikelurakan oleh kementrian agama Republik Indonesia. Salat Kusuf atau Salat Gerhana Matahari dilakukan dua rakaat dengan rangkaian sebagai berikut: 1) Berniat di dalam hati; 2) Takbiratul ihram seperti shalat biasa; 3) Membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan tidak dikeraskan suaranya.

4) Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya; 5) Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd’; 6) Setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

7) Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya; 8) Bangkit dari ruku’ (i’tidal); 9) Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali; 10) Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya); 11) Tasyahud; dan 12) Salam.

Setelah salat, Imam lalu menyampaikan kutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...