Unduh Aplikasi

Tata Cara Mengurus Izin Galian C di Aceh

Tata Cara Mengurus Izin Galian C di Aceh
ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Galian C illegal banyak ditemui di sejumlah daerah di Provinsi Aceh. padahal untuk pengurusan izin di bidang tersebut sangatlah mudah, asalkan tidak mengandalkan jasa calo.

Seperti yang disampaikan oleh Staf Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/1 DPMPTSP Aceh, Irham Vahlevi. Dia menyebutkan jumlah izin eksplorasi/operasi produksi Galian C tahun 2019 sebanyak 366 eksplorasi.

“Jadi untuk pengurusan izin, pemohon harus menetapkan lokasi atau tanah, kemudian mendapatkan rekomendasi dari Keuchik gampong yang akan digunakan lokasinya, dalam rekomendasi Keuchik tersebut juga harus ada surat pernyataan izin dari warga,” katanya saat dihubungi AJNN, Selasa (8/10).

Lanjutnya, setelah mendapatkan rekomendasi dari Keuchik, kemudian pemohon harus mendapatkan rekom kecamatan. Setelah mendapatkan rekomendasi dari camat lalu pemohon mengurus izin ke DPMPTSP kabupaten dan kota.

“Dari DPMPTSP kabupaten nanti akan meninjau lokasi tersebut, dan di situ nanti akan ada Berita Acara Penandatanganan (BAP), kemudian setelah mendapatkan izin lingkungan dan rekomendasi dari kabupaten serta tataruang, kemudian melakukan permohonan ke DPMPTSP Aceh. Nanti di DPMPTSP Aceh akan di proses, apabila sesuai maka akan dikeluarkan izin untuk beroperasi,” ungkapnya.

Kata dia, untuk mudah mendapatkan izin Galian C harus menghindari lokasi yang berdekatan dengan pemukiman warga, selain itu juga menghindari kawasan hutan lindung.

“Pemerintah juga harus ikut berperan melakukan sosialisasi untuk tahapan pengurusan, cara pengurusan izin, teguran hingga ke tahap tindakan bagi pelanggar,” ungkapnya.

Tambahnya, sebelum pemohon mengambil SK Izin Operasi Produksi, maka pemohon wajib memberikan jaminan reklamasi, kalau di bawah dua hektare sebanyak Rp 5 juta, dibayar langsung ke bank dengan model deposito.

“Kalau sudah ada atau keluar izin operasi produksi, pemohon bisa langsung melakukan operasi, tapi kalau masih izin eksplorasi belum bisa beroperasi karena masih tahap penyelidikan. Untuk pengerukan gunung biasanya izin diurus enam bulan sekali, sementara untuk wilayah sungai sendiri pengurusannya setahun sekali,” ujarnya.

Dikatakan Irham, selama ini tidak ada kendala yang signifikan dalam pengurusan izin, hanya saja di daerah banyak calo yang bermain dalam pengurusan izin. Sehingga jika calo tersebut belum mengurus izin maka pemohon akan protes disebabkan izin tak kunjung keluar.

“Pemohon minta tahun ini diurus izin, namun si calo ini malah melakukan pengurusan izin tahun depan. Pastinya pemohon akan komplin ke kita, karena tak kunjung selesai,” jelasnya.

Dia berpesan kepada masyarakat yang ingin mengurus izin agar tidak menggunakan jasa calo, lebih baik lakukan sendiri karena akan lebih mengerti dan yang tidak dipahami akan dijelaskan oleh pihak terkait di perizinan.

“Intinya kami imbau jangan sekali-kali pakai jasa calo untuk pengurusan izin Galian C. dan bagi yang belum mengurus izin, segera lakukan pengurusan supaya alat berat tidak bermasalah dengan hukum saat beroperasi,” imbuhnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...