Unduh Aplikasi

Tas Bordir Aceh Karya Napi Klas II A Lhokseumawe Dilirik Pasar Amerika

Tas Bordir Aceh Karya Napi Klas II A Lhokseumawe Dilirik Pasar Amerika
Kepala BI bersama Kalapas Klas II A Lhokseumawe dan warga binaan memperlihatkan hasil memproduksi kerajinan tangan wanita binaan LP Klas A Lhokseumawe. Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Tas bordir Aceh hasil karya perempuan Lembaga Permasyarakatan (Lp) Klas II A Lhokseumawe, di bawah binaan WBP Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, telah banyak diminati dan memiliki nilai jual yang kini banyak dilirik oleh pasar Amerika Serikat (AS), Eropa dan termasuk negara ASEAN.

“Selama pembinaan BI, wanita binaan Lapas itu sudah banyak menghasilkan kerajinan tangan berupa bordir khas motif Aceh, seperti tas, dompet dan lainnya yang nilai pasar dan jualnya sudah tembus hingga Amerika Serikat,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal kepada AJNN, Selasa (23/1) disela-sela kunjungannya ke Lapas Klas II A Lhokseumawe.

Yufrizal menambahkan, pihaknya melihat selama pembinaan yang dilakukan oleh BI Lhokseumawe, wanita di Lapas Klas II A Lhokseumawe mampu menghasilkan kreativitas dan menghasilkan kerajinan khas bordir motif Aceh dengan berbagai bentuk dan jenis.

“Kami patut berbangga, walaupun mereka di Lapas, tapi wanita binaan ini bisa menghasilkan tas bordir Aceh yang punya kualitas ekspor,” ujar Yufrizal.

Selain itu, ia juga berharap agar pembuatan tas yang dikerjakan oleh wanita binaan ini mampu diselesai tepat waktu untuk memenuhi permintaan pasar dan dapat membuka UMKM Mandiri.

“KPw BI Lhokseumawe telah melakukan pembinaan di Lapas Klas II A Lhokseumawe sejak tahun 2017, dan sampai saat ini pengrajin WBP berjumlah 20 orang lebih,”imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang wanita binaan di Lapas Klas II A Lhokseumawe mengaku sangat terbantu dengan pelatihan pembuatan tas motive Aceh di dalam Lapas di bawah binaan BI.

“Pembinaan ini sangat membantu kami dan keluarga dalam memenuhi pengahsiln, disini sangat memotivasi kami dan menjadi bekal paska kami bebas nanti," kata salah satu wanita binaan di Lapas tersebut.

Komentar

Loading...