Unduh Aplikasi

Tarmizi SP: Aceh Peringkat 6 Tertinggi Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Tarmizi SP: Aceh Peringkat 6 Tertinggi Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia
Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Tarmizi SP saat memberikan sambutan pada sosialisasi Anti Narkoba untuk pemuda dan Pelajar SMA di Hotel Pantai Barat Calang, Selasa, (23/3). Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh Tarmizi, SP menyebutkan jika Aceh merupakan provinsi keenam tingkat penyalahgunaan serta peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

"Saat ini Provinsi Aceh masuk peringkat 6 penyalahgunaan serta peredaran narkoba di Indonesia," kata Tarmizi SP dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan sosialisasi Anti Narkoba untuk pemuda dan Pelajar SMA di Hotel Pantai Barat Calang, Selasa, (23/3).

Menurutnya, Negara Indonesia saat ini juga sudah ditetapkan sebagai salah satu negara darurat narkoba berdasarkan survei dari berbagai pihak termasuk dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat. 

"Saat ini Indonesia juga sudah ditetapkan sebagai negara darurat Narkoba berdasarkan survei dari berbagai pihak termasuk dari BNN Pusat," ujar Tarmizi.

"Sementara untuk Provinsi Aceh saat ini ada di peringkat 6 dan kalau tidak di antisipasi maka akan masuk peringkat satu," tambah Tarmizi.

Oleh sebab itu, berbagai upaya harus dilakukan serta berbagai kalangan harus dilakukan sosialisasi sebagai salah satu bentuk pencegahan dalam menyelamatkan generasi muda Aceh akan pengaruh dari Narkoba. 

"Aceh Jaya diambil 100 orang pemuda yang mengikuti sosialisasi, saya rasa tahap awal cukup dengan harapan nantinya mampu memberi efek kepada pemuda lainnya yang ada di wilayah setempat," tutur Tarmizi.

Sementara itu, perputaran keuangan hasil Narkoba di Aceh menurut Tarmizi juga sangat meningkat, bahkan mengalahkan APBA yang dimiliki Aceh dalam setiap tahunnya, dan itu membuktikan jika peredaran Narkoba masih sangat tinggi di Aceh.

"Sesuai hasil diskusi saya dengan mantan kepala BNNP Aceh, beliau merisaukan apabila nantinya keuangan tersebut digunakan untuk alat kampanye dalam memilih pemimpin di Aceh baik legislatif maupun eksekutif yang di dukung oleh para mafia bandar narkoba," ungkapnya.

"Atas dasar itu, saya tergerak hati untuk melakukan tahap-tahap pencegahan dimulai dari hal kecil. Hari ini di fokuskan didaerah pemilihan antara lain di kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue," pungkas Tarmizi. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...