Unduh Aplikasi

Tarik Fulus Kontraktor Berakal Bulus

Tarik Fulus Kontraktor Berakal Bulus
Ilustrasi

LANGKAH Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dana Alokasi Khusus Bidang Bina Marga, di Dinas Pekerjaan Umum Langsa, tidak cukup hanya dengan perintah bongkar kepada kontraktor.

PPTK harus juga mengawasi dan memastikan proyek rehabilitas jalan di Desa Seuneubok Antara-Matang Cengai, Kecamatan‎ Langsa Timur, kembali dibangun sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Proyek bernilai sekitar Rp 4 miliar yang bersumber dari DAK 2016 yang dikerjakan oleh kontraktor itu juga harus diawasi oleh aparat penegak hukum karena terlihat jelas kecurangan perusahaan itu. Ini adalah cara agar pembangunan jalan benar-benar berkualitas dan berumur panjang.

Tindakan korup semacam ini membuat pembangunan di Aceh seperti tak berbekas. Karena dana yang dialokasikan selalu dianggarkan kembali di tahun-tahun berikutnya untuk memperbaiki jalan rusak yang itu-itu saja. Belum puas dipakai, barang sudah rusak.

Bukan hanya jalan. Pembangunan fisik dan pengadaan juga sering menjadi sasaran empuk para rampok anggaran. Beruntung, PPTK jalan sepanjang 300 meter itu bersikap tegas dengan mengultimatum kontraktor untuk membongkar kembali pekerjaan yang hampir tuntas itu. Ini harusnya dicontoh oleh pejabat lain.

Pengawasan oleh anggota parlemen, baik di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau di DPR Aceh juga harus lebih sering mengawasi proyek-proyek di daerah pemilihan atau sesuai dengan bidang yang didudukinya. Jangan hanya ribut di saat pembahasannya saja.

Jika kelak kontraktor proyek ini tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, sesuai dengan aturan dan kontrak kerja, polisi dan kejaksaan harus memintai pertanggungjawaban kontraktor. Akal bulus ini jangan dibiarkan lolos. Memasukkan perusahaan rekanan dalam daftar hitam saja tidak cukup.

Komentar

Loading...