Unduh Aplikasi

EVALUASI APBA 2016

TAPA Tunggu Apa

TAPA Tunggu Apa
Ilustrasi.
HARI ini harusnya Tim Anggaran Pemerintah Aceh merampungkan seluruh kritik Kementerian Dalam Negeri terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh 2016. Ultimatum itu harus dilaksanakan, tujuh hari setelah evaluasi ini diterbitkan dan diterima pemerintah.

Akan sangat berbahaya jika kelak pemerintah pusat menyatakan Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh gagal membahas evaluasi ini. Jika ini yang terjadi, maka Aceh terpaksa menggunakan pagu yang berlaku pada 2015.

Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Kemendagri, ada 55 poin yang menjadi catatan. Mulai aspek kebijakan umum anggaran, pendapatan, belanja serta pembiayaan. Menariknya pada aspek belanja, Kemendagri memberikan tiga catatan penting terkait program dan kegiatan yaitu: dilarang untuk dianggarkan, dikurangi jumlah alokasi anggarannya (rasionalisasi) serta kegiatan yang dapat dianggarakan dalam APBA 2016.

Panjangnya daftar koreksi anggaran ini menjadi bukti bahwa tim anggaran tidak bekerja optimal dengan mengabaikan aturan penyusunan anggaran. Tim masih saja memasukkan dana perjalanan dinas dalam anggaran daerah. Padahal pemerintah daerah dilarang untuk memasukkan dana perjalanan dinas ke luar negeri.

Bahkan tim memasukkan item mengambang yang kerap dipertanyakan efektivitasknya oleh masyarakat: perjalanan dinas. Lucunya, dalam rancangan itu, tercantum anggaran ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas pimpinan dan anggota dewan lainnya di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Sebaliknya, sejumlah item penting untuk meningkatkan pelayanan dasar: kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, misalnya, malah diabaikan. Kealpaan ini gamblang menjelaskan bahwa tim anggaran tidak disiplin dalam menyusun program.

Dewan juga hendaknya lebih cerdas dan kritis dalam mengawasi kinerja tim anggaran. Tanpa kontrol dewan, akan sulit memastikan anggaran Aceh tahun ini benar-benar tepat guna dan tepat sasaran. Atau memang, anggaran ini hanya semacam bancakan, yang menjadi makanan mereka yang memegang “pisau” kue anggaran.

Komentar

Loading...