Unduh Aplikasi

Tanpa Vaksin Tak Ada Absensi

Tanpa Vaksin Tak Ada Absensi
Ilustrasi: Tullamore

PEMERINTAH Aceh tak perlu terburu-buru membuka kelas untuk sekolah tatap muka. Apalagi hingga saat ini, belum ada vaksin yang ditemukan untuk menyembuhkan pasien covid-19.

Membuka sekolah seperti sebelum pandemi merebak berisiko tinggi. Anak-anak adalah kelompok yang rentan tertular. Di Indonesia, angka penularan corona terhadap anak tergolong tinggi.

Kita tentu tak bisa mengabaikan keresahan sejumlah orang tua murid yang berharap anak-anak mereka bisa menjalani sekolah secara normal. Datang di pagi hari dan bertemu dengan guru secara langsung untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Apalagi, saat ini, selain tak ada vaksin, jumlah rumah sakit yang dapat menampung pasien covid-19 sangat terbatas. Andai terjadi ledakan, tentu saja akan menimbulkan permasalahan baru. Penerapan protokol kesehatan di sekolah juga menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Terutama di sekolah dasar.

Kita harus belajar dari Korea Selatan dalam mengatasi pandemi ini. Selain memiliki sistem kesehatan masyarakat yang andal, otoritas kesehatan publik mampu melakukan 30 ribu tes setiap hari.

Mereka juga memiliki kemampuan untuk melacak korban dengan tetap menjaga kerahasiaan pasien. Semua kebijakan diambil berdasarkan data ilmiah. Di negara ini, pertimbangan keilmuan mengalahkan hasrat politik.

Masyarakat di sana juga memiliki kesadaran tinggi untuk mengatasi penyebaran. Mereka berbagi rasa tanggung jawab. Tak ada denda ataupun hukuman. Yang ditekankan adalah pentingnya kedisiplinan selain keunggulan di bidang riset, teknologi dan inovasi.

Sampai saat vaksin ini ditemukan, sudah selayaknya pemerintah menunda pembukaan kelas tatap muka. Karena hingga saat ini, tak ada jaminan dari pemerintah bahwa kurva penderita corona akan turun.

Komentar

Loading...