Unduh Aplikasi

Tangki Mobil Dimodifikasi Muat 250 Liter, Polisi Amankan Tiga Pelaku

Tangki Mobil Dimodifikasi Muat 250 Liter, Polisi Amankan Tiga Pelaku
Polisi memperlihatkan barang bukti saat konferensi Pers di Mapolsek Banda Sakti, Jumat (18/1). Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Dua unit mobil jenis pick up dan satu unit mobil sedan terpaksa diamankan Polisi Sektor (Polsek) Banda Sakti, karena memodifikasi tangki saat melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Dalam satu mobil, dimodifikasi tangki BBM hingga berkapasitas 250 liter. Sementara tiga pelaku berinisial I, B, dan DW saat ini masih diperiksa sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami mengamankan tiga unit mobil yang melakukan modifikasi di mobilnya untuk mengambil BBM khususnya premium, dimana kami ketahui premium sudah menjadi bahan bakar terbatas saat ini,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Banda Sakti saat Konferensi Pers di Mapolsek setempat, Jumat (18/1).

Sambung Kapolsek, BBM jenis premium tidak bisa diambil secara bebas, terlebih lagi menggunakan alat yang dimodifikasi. Hal ini termasuk ke dalam penyalahgunaan BBM karena menggunakan alat angkut yang tidak sesuai dan kemudian menjual lagi ke kios-kios eceran di beberapa desa terpencil.

Baca: Polisi Amankan Mobil Tangki BBM yang Dimodifikasi

“Berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan ada indikasi kecurangan BBM premium, dan juga menimbulkan dampak kemacetan yang sudah kami rasakan bersama antrian cukup panjang membuat masyarakat yang juga ingin beli BBM kesusahan,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, untuk saat ini pihaknya sudah mengambil keterangang sementara dari pihak SPBU tersebut. Akan tetapi pihak SPBU tidak mengetahui bahwasanya mobil tersebut berbuat curang, karena dibentuk menggunakan terpal, dan mereka mengisi tidak lebih dari pada pengisian mobil pribadi.

“Mereka mengisi hanya Rp 200 ribu saja disatu SPBU dan mengulang-ulang di SPBU lainnya. Untuk proses hukum masih dalam penyelidikan, dan mengenai ancaman hukuman belum bisa pastikan karena harus memeriksa saksi ahli terlebih dulu," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada pemilik SPBU agar lebih waspada dan hati-hati, sebelum mengisi BBM akan lebih bauk di cek terlebih dahulu.

Komentar

Loading...