Unduh Aplikasi

Tanggapi Pernyataan Dalimi, Edi Obama Minta Semua Pihak Tabbayun

Tanggapi Pernyataan Dalimi, Edi Obama Minta Semua Pihak Tabbayun
Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen, Edi Obama. Foto: IST.

BIREUEN - Mantan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bireuen, Edi Saputra atau yang akrab disapa Edi Obama mengajak semua pihak untuk introspeksi diri, tabbayun, tidak saling menghujat dan membuat fitnah.

Hal itu disampaikan Edi Obama menanggapi pernyataan wakil ketua I DPD Partai Demokrat Aceh, Dalimi, yang mengatakan bahwa ada beberapa Calon Legislatif (Caleg) gagal dan mantan kader Partai Demokrat yang telah pindah ke partai lain, diduga hadir ke acara Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal di Deli Serdang 5 Maret 2021 yang lalu, yang disebut oleh Dalimi sebagai "Begal politik" partai asal Aceh.

"Jangan saling hujat dan fitnah sana sini, karena itu justru akan merugikan diri kita sendiri," ujar Edi Obama, Jum'at (26/3/2021) melalui pesan WhatsApp dari Bireuen.

Menurut Edi, hal lebih baik yang perlu dilakukan adalah memperbaiki sistem yang selama ini kurang baik, menjadi lebih baik. Hal itu perlu dilakukan agar ke depan para kader lebih loyal dan setia. 

"Mari kita ambil hikmah atas masalah yang sedang dihadapi oleh Partai Demokrat, semoga badai ini cepat berlalu," ujar Edi berharap.

Pria yang saat ini sudah bergabung ke salah satu partai lokal di Aceh tersebut mengatakan, semua pihak diharapkan bisa menenangkan diri dan berkepala dingin dan tidak asal menyebutkan istilah begal-begalan.

"Sudah yang diatas main serang, fitnah, tuduh dan hujat, kita yang dibawah ini harus tetap adem ayem, pake kepala dingin, jangan asal bilang begal-begalan," ujarnya.

Karena, hal tersebut menurut Edi menandakan kegalauan dan kepanikan yang luar biasa, kalau memang merasa benar, maka katanya, tidak usah terlalu khawatir dan takut.

"Percayalah semua akan indah pada waktunya," pungkas Edi Obama.

Sebelumnya Wakil Ketua DPD I Partai Demokrat Aceh, Dalimi menyampaikan bahwa ada beberapa Calon Legislatif (Caleg) gagal dan mantan kader Partai Demokrat yang telah pindah ke partai lain diduga hadir ke acara Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal di Deli Serdang pada 5 Maret 2021 yang lalu. 

Baca: Demokrat Ungkap Sejumlah Nama Yang Terlibat Kelompok "Begal Politik" di Aceh

Dalimi dalam keterangan pers kepada AJNN, Jum'at (26/3/2021) menyebutkan bahwa dari bukti dokumentasi, ada beberapa  "Begal politik" Partai asal Aceh, yang diduga hadir pada KLB abal-abal di Deli Serdang lalu.

Menurutnya, mereka yang tampak hadir dalam kegiatan KLB ilegal tersebut diantaranya, M Azhari Caleg gagal DPR RI 2014, T. Iskandar Daod Caleg gagal DPR RI 2019, Edi Obama mantan Ketua DPC Bireuen yang telah pindah partai dan Marzuki alias Cek Ki Caleg gagal DPRK Pidie Jaya 2019.

Selain itu, kata Dalimi ada juga M. Hasbi Caleg gagal DPRA 2019 Lhokseumawe, Tarmizi Age Caleg gagal DPRK Bireuen dan Nur Fuadi ketua timses Iskandar Daod pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu serta berapa mantan kader lainnya”, ujar Dalimi.

Dalimi juga mengatakan bahwa para "begal politik" tersebut telah memberikan contoh buruk tentang demokrasi bagi generasi muda di Aceh. Mereka kata Dalimi sebenarnya sudah pernah diberi kesempatan, besar, dan menikmati berbagai jabatan melalui Partai Demokrat karena jasa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tokoh Perdamaian Aceh. 

"Ketika gagal nyaleg, kini mereka berduyun-duyun ikut dalam gerombolan "begal politik" yang merampok, menghina dan memfitnah SBY serta Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Mereka adalah contoh buruk bagi generasi muda Aceh dalam berdemokrasi," ujar Dalimi.

Dalimi juga berkomentar terkait beredarnya kabar sedang dibentuknya kepengurusan illegal Partai Demokrat di Aceh. Dalimi menegaskan bahwa, perilaku politisi yang cacat moral dan jauh dari etika politik seperti itulah yang semakin membuat citra politisi dan partai politik menjadi buruk di mata masyarakat.

Padahal menurut pria yang juga Wakil Ketua DPR Aceh ini, masih banyak sekali politisi dan partai politik yang berjuang dengan cara yang benar mengedapankan etika, dan berjuang sungguh - sungguh dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat. 

“Mari selamatkan demokrasi, cegah perbuatan melawan hukum yang merusak demokrasi kita dari para 'begal politik' di daerah kita masing - masing, jangan salahkan bila publik menghukum mereka dengan sanksi sosial," pungkas Dalimi.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...