Unduh Aplikasi

Tanggapi Keluhan Warga, DPRK Lhokseumawe Sidak RS Arun

Tanggapi Keluhan Warga, DPRK Lhokseumawe Sidak RS Arun
Anggota DPRK Lhokseumawe Budi Karma Bakti didampingi Direktur RS Arun, dr. Syahruddin Ibrahim dan Staf Menegemen RS Arun, saat memperlihatkan salah satu kamar rawat pasien yang mengeluarkan bau busuk dari dalam toilet.

LHOKSEUMAWE- Maraknya keluhan masyarakat terhadap fasilitas dan pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Hospital Arun, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, mendapat tanggapan DPRK Kota Lhokseumawe.

Anggota Dewan Perwakilan Kota (DPRK) Lhokseumawe, Tgk. Budi Karma Bakti mengaku sangat prihatin dan menyesalkan terhadap pelayanan dan sikap menegemen RS Arun tersebut.

"Hari ini kita sudah turun untuk melihat langsung atas keluhan masyarakat terkait pelayanan pasien di RS Arun,” kata Budi Karma Bakti kepada AJNN disela-sela melakukan Sidak di RS Arun, Minggu (14/7).

Baca: Warga Keluhkan Pelayanan RS Arun

Menurutnya memang tidak bisa dipungkiri ada beberapa fasilitas di RS Arun yang memang belum memenuhi standar layanan secara maksimal. Salah satunya adalah terkait reol saluran pembuangan sanitasi yang kerap tersumbat pada titik tertentu sehhingga menimbulkan bau tidak sedap dalam kamar ruang pasien dirawat.

"Itu harus segera mendapat penanganan serta perbaikan secepatnya, agar pelayanan bagi pasien bisa efisien dan maksimal seperti harapan," harap Budi Karma.

Menurut pengakuan pihak RS Arun sebutnya, kendala lain dalam proses perbaikan yaitu, pihak RS tidak memilki denah, hingga susahnya menemukan lokasi penyumbatan saluran pipa sanitasi.

"Akibat penyumbatan sanitasi, beberapa kamar terdampak bau aroma busuk tidak sedap, sesuai keterangan Direktur RS Arun sendiri kepada kita," jelasnya.

Menurut keterangan Direktur, reol atau saluran sanitasi bangunan lama itu dulunya dibangun tanpa menggunakan penampung septiteng.

“Pihak RS mengaku masih mencari denah kontruksi bangunan rumah sakit dulu. Hal itu agar bisa mempelajari dan memetakan pipa saluran di dasar tanah untuk diperbaiki,” ujarnya.

Selain terkait fasiltas anggota DPRK dari Praksi Partai Aceh itu juga mempertanyakan terkait laporan pelayanan buruk bagi pasien yang dilakukan oknum petugas rumah sakit saat melayani pasien.

"Kita juga sudah tegaskan kepada pihak RS Arun agar hal tersebut jangan sampai terulang, dan harus dipastikan masyarakat mendapat pelayanan dan fasilitas dengan baik," cetusnya.

Ia menambahkan, harusnya setiap petugas RS itu tau, berdasarkan keputusan Kemenkes RI Nomor 69 Tahun 2014, pasien punya hak untuk mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standard pelayanan melalui media cetak maupun elektronik.

"Terkait permasalahan kebutuhan fasilitas yang harus segera mendapat penanganan. Kita akan coba duduk dengan pihak eksekutif dan dinas terkait guna mencari solusi,” pungkasnya.

Direktur RS Hospital Arun, dr. Syahruddin Ibrahim mengakui terkait kendala saluran sanitas di RS tersebut. Namun dirinya mengaku bila sejauh ini dirinya bersama menejemen terus berupaya menangani perbaikan saluran sanitasi tersebut.

Komentar

Loading...