Unduh Aplikasi

Tangani Kasus Pers, Polisi Diminta Tak Buru-buru Putuskan Arah Perkara

Tangani Kasus Pers, Polisi Diminta Tak Buru-buru Putuskan Arah Perkara
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT- Kepala Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Banda Aceh, Juli Amin meminta Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat tidak buru-buru dalam mengambil kesimpulan atas persoalan yang dihadapi oleh pekerja pers.

Menurut Juli Amin, apapun kasus yang menimpa pekerja pers polisi harus menyurati Dewan Pers terlebih dahulu, bahkan meminta keterangan dari Dewan Pers selaku saksi ahli sebelum memutuskan arah perkara tindak pidana baik insan pers yang menjadi korban maupun sebagai pelaku.

Baca: Wartawan Korban Pengeroyokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

"Harusnya dalam kasus pers Polisi tidak mengambil kesimpulan sendiri. Harusnya memeriksa saksi-saksi dan menyurati dewan pers bahkan menghadirkan saksi ahli. Apalagi dalam MoU antara Polisi dan Dewan Pers salah satunya menyebutkan baik insan pers selaku korban maupun pelaku, polisi harus menyurati dewan pers dan meminta keterangan," kata Juli Amin.

Juli Amin mencontohkan, atas kasus yang menimpa Aidil Firmansyah, wartawan Modus Aceh. Dalam perkara ini, kata dia, erat kaitannya dengan persoalan pemberitaan lantaran aidil mendapat ancaman pembunuhan dari Akrim, Direktur Tuah Akfi Utama.

Padahal, kata dia, dalam kasus Aidil tersebut Dewan Pers sudah menyurati Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, yang menyebutkan kasus tersebut dapat digunakan delik Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, bukan tindak pidana umum.

Baca: Jadi Tersangka Pengancaman Wartawan, Akrim Tidak Ditahan

"Harusnya polisi menghargai Dewan Pers. Jarang-jarang Dewan Pers yang menyurati, biasanya polisi yang surati," ujarnya.

Juli berharap untuk kasus dugaan pengeroyokan yang dialami oleh Teuku Dedi Iskandar, wartawan Antara News Biro Aceh yang bertugas di wilayah Meulaboh dapat dijerat Undang-undang Pers.

Menurutnya, kasus yang menimpa Dedi memiliki kaitan erat dengan pemberitaan, lantaran peristiwa pengeroyokan yang menimpa Dedi pasca pemberitaan terkait peristiwa dugaan pengancaman terhadap Aidil.

Belum lagi, kata dia, saat itu Dedi yang juga ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat sempat memberikan statement kepada sejumlah media atas kasus yang menimpa Aidil.

"Jadi saya rasa, dari hasil bedah lapangan yang kita lakulan terkait hutang piutang seperti rilis yang dikeluarkan Humas Polda Aceh hanya sebagai pemantik untuk melakukan penganiayaan atas Dedi," sebutnya.

Komentar

Loading...