Unduh Aplikasi

Tangan Kotor di Air Bersih

Tangan Kotor di Air Bersih
Ilustrasi: the conversation

KEJAKSAAN Tinggi Aceh memanggil sejumlah pejabat dan bekas pejabat di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Mereka diduga terlibat dalam dugaan korupsi pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh, Aceh Besar, tahun anggaran 2017 dan 2018.  

Mereka yang dipanggil adalah tiga pejabat pembuat komitmen (PPK), dua kuasa pengguna anggaran (KPA). Kejaksaan memanggil mereka masih dalam kapasitas sebagai saksi. 

Namun kita berharap agar kasus ini dapat menunjukkan titik terang. Terutama untuk mencari dan menyeret oknum yang memainkan proyek-proyek di Pulo Breuh. Tidak tanggung-tanggung, proyek itu bernilai Rp 18,5 miliar. Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 dan 2018.

Usai tsunami, sebuah lembaga nirlaba asing membangun beberapa instalasi air yang digunakan oleh empat Gampong di Pulo Breuh. Dan hingga saat ini, pipa tersebut masih mengalirkan air dan menjadi andalan penduduk empat desa itu untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Sumber air berada di kawasan Gampong Balu dan pegunungan Ulee Paya. Sumber air lain berada di utara, yakni di Gampong Laping. Potensinya cukup besar. Jika dikoneksikan, dari utara ke selatan, hal ini bisa jadi solusi untuk Gampong Gugop dan Gamping Alue Raya, yang mengalami kesulitan air. 

Hal ini berbeda dengan instalasi air yang dibuat oleh BPKS. Pembuatan jaringannya diduga tidak melalui kajian teknis. Padahal, air merupakan kebutuhan vital, tidak hanya untuk masyarakat, namun juga untuk mendorong pertumbuhan usaha di kawasan itu. 

Karena itu, kejaksaan harus mendorong kasus ini tuntas. Air adalah kebutuhan vital yang tak tergantikan. Namun karena cenderung dikelola dengan cara salah, akhirnya banyak rakyat kesulitan dan harus membayar mahal untuk mendapatkan air bersih. 

Komentar

Loading...