Unduh Aplikasi

Tangan di Atas

Tangan di Atas
Ilustrasi

KEBERHASILAN proses rehabilitasi dan rekonstruksi Pidie Jaya dan daerah yang terkena dampak gempa saat ini bergantung pada kejujuran dan kemauan geuchik (kepala desa). Mereka adalah pemimpin tertinggi di tingkat gampong dengan fungsi, menjadi tangan bagi pemerintah di atasnya dan menjadi suara bagi rakyatnya.

Sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh warga, keberadaan geuchik tentu berbeda dengan camat. Meski dalam struktur pemerintahan, mereka berada di bawah para camat. Jika camat ditunjuk oleh seorang bupati atau wali kota, maka geuchik wewenang seorang geuchik lebih besar.

Seorang geuchik harus mampu mengelola bantuan yang masuk ke daerahnya dan mendistribusikannya secara merata. Termasuk mendata kebutuhan masyarakat dan melaporkannya ke posko induk kebencanaan.

Seorang geuchik juga harus mampu memilah-milah antara kebutuhan dan keinginan warga. Apalagi, bantuan yang datang dari relawan dan dermawan belum tentu mencakup seluruh warga desa. Karena itu, penting bagi seorang geuchik untuk mengantongi data kebutuhan warga, membuat skala prioritas dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Tanggung jawab besar lainnya adalah mengajak masyarakat untuk tidak tergantung dengan sumbangan dan berharap-harap bantuan lebih besar ketimbang yang telah diterima. Sikap meminta-minta dan berharap derma ini jelas bukan budaya Aceh.

Tentu kita tak bisa menyalahkan fenomena ini. Apalagi masyarakat “belajar” banyak dari proses penanganan bencana yang sudah-sudah.

Sebagai pemimpin yang paling dekat dengan rakyat, seorang geuchik harus mau mengajak masyarakat mengubah sikap. Untuk bangkit dan memulai kembali menata gampong menjadi lebih baik. Bencana telah menyatukan kita. Jangan biarkan bantuan yang datang merusaknya.

Komentar

Loading...