Unduh Aplikasi

Tanam serentak di Abdya tak lagi berjalan

Tanam serentak di Abdya tak lagi berjalan
Sawah
ACEH BARAT DAYA – Program tanam serentak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak tahun 2008 hingga tahun 2013 berjalan dengan lancar. Namun tahun 2014 ini program tersebut tak lagi berjalan. Banyak petani kini menanam padi secara sendiri-sendiri.

Buktinya, sejumlah petani di kabupaten setempat seperti di Gampong Padang Kawa dan Gampong Padang Bakjok Kecamatan Tangan-Tangan sudah duluan menanam padi pada bulan lalu. Diperkirakan, akan panen pada Desember 2014 mendatang. Artinya, program tanam serentak yang dijadwalkan pemerintah setempat tak lagi berjalan.

“Kata orang-orang dari pemerintah itu, tunggu dulu, kami tidak mau menunggu yang tidak pasti, karena cuma ini mata pencaharian kami, orang lain yang sanggup menunggu intruksi dari pemerintah itu mungkin banyak pencaharian lain selain bertani,” ungkap salah seorang petani di Gampong Padang Kawa, Toni yang didampingi rakannya Nyak ‘in kepada AJNN yang sedang memeriksa padinya dimakan hama tikus, Rabu (8/10).

Dikatakan Toni, untuk tanam padi di gampong tersebut sudah direncanakan pada akhir Agustus lalu. Namun terhalang dengan pembangunan irigasi yang sedang dibangun di Gampong Bineh kreung Kecamatan setempat.

“Kami dulu sempat melakukan demo satu gampong, meminta dihentikan pekerjaan itu, gara-gara dikerjakan pembangunan irigasi, kami di sini tersumbat di atas sana karena sudah ditutupi oleh pekerjaan,” paparnya.

Kemudian kata Toni, setelah pekerjaan tersebut dihentikan baru dilanjutkan pengolahan tanah sawah mereka meskipun tersendat dengan menipisnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk kebuhan mesin traktor.

“Selain terkendala dengan minyak solar, kami juga terkendala dengan air, tapi kalau tidak ada terkendala dengan iar mungkin lebih cepat lagi kami tanam padi ini, karena kami sesuai dengan surat edaran wakil Bupati dulu, yang bahwa bulan September lalu harus ditanam,” ungkapnya.

Hal yang sama diutarakan Keujruen Chik Gampong Padang Kawa M. Ali (85) mengatakan, tanam serentak tahun ini jangan disamakan dengan tahun 2012 lalu, sebab katanya, tahun ini tidak ada lagi masyarakat yang mengikuti program tersebut karena banyak masyarakat yang rugi dalam penghasilan panennya.

“Masyarakat ramai yang mengalami kerugian, kalau dulu hasil panen petani sangat melimpah ruah. Namun tahun ini hanya cukup untuk makan saja bahkan ada yang tidak bisa memetik hasil panen,” ujarnya.

“Bupati Jufri bukan orang petani, dia tidak tahu masalah sawah,” tandas M. Ali.

RAHMAT - SUPRIAN

Komentar

Loading...