Unduh Aplikasi

Tanah PKS Abdya Dibuka Tahun 1973

BANDA ACEH - Sidang lanjutan dugaan korupsi mantan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim,SH kembali digelar, Rabu (21/10) di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh.

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi yang meringankan dalam kasus pengadaan tanah untuk pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Dusun Lhok Gayo Desa Pente Rakyat, Kecamatan Babahrot, Abdya dengan kerugian negara sebesar Rp 764 juta lebih pada tahun 2010 tersebut menghadirkan enam orang saksi. (Baca : Kasus PKS Abdya, Auditor BPKP Tak Terima Dokumen Langkap dari Penyidik)

Adapun saksi yang meringankan tersebut masing-masing Tgk.Abubakar, Diwan Saleh, Muslem, Armansyah, Abubakar, Angkasah, Udin Mur.

Dalam sidang tersebut, para saksi diperiksa oleh majelis hakim yang diketahui Muhifuddin,SH didampingi Saiful As'ari dan Hamidi Djamil,SH secara per satu.

Diwan Saleh saksi yang pertama diperiksa oleh majelis hakim mengakui bahwa tanah di Lhok Gayo telah digarap atau dibuka itu sejak tahun 1973.

"Saat itu saya ketua Seunubok (Pawang Hutang-red) dan saya yang membagikan hutan tersebut kepada masyarakat , dengan hasil musyawarah," ujar Darwin menjawab pertanyaan majelis hakim.

Darwin mengakui selama dibukanya hutan tersebut, para masyarakat yang telah membersihkan lahan tersebut, selanjutnya menamkan sejumlah pohon-pohon, seperti durian, pinang, kuini dan ada yang dibuka untuk dijadikan sawah ladang.

"Selama kami buka lahan itu, tidak ada larangan yang ada suruhan membuka lahan," ujar Darwin menjawab pertanyaan penasehat hukum, Rasminta Sambiring didampingi Mukhlis Mukhtar dan Zul Azmi.

Selain itu, ia mengakui tanah yang telah dibagikan tersebut sudah ada berpindah tangan dari pemilik awal yang dibagikan tahun 1973 tersebut.

"Itu sejak tahun 1983, ada yang sudah dijual belikan, tapi saya tidak tahu lagi siapa-siapa yang punya sekarang, karena saya bukan keucik, yang lebih tahu itu keucik," tutupnya menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum, Ernaida.

|FAUZUL HUSNI

Komentar

Loading...