Unduh Aplikasi

Tanah Masih Sengketa, Warga Gunung Lagan Tolak Pelebaran Jalan

Tanah Masih Sengketa, Warga Gunung Lagan Tolak Pelebaran Jalan
ACEH SINGKIL - Tak ada ganti rugi tanah, puluhan warga Desa Gunung Lagan Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil menolak pelebaran ruas jalan provinsi di wilayah itu. Mereka menghadang alat berat yang hendak menggali tanahnya, Jum'at (25/3).

Protes warga dengan menghadang alat berat yang hendak megeruk tanah di sempalan jalan itu dilakukan lantaran perselisihan mengenai atas hak tanah itu masih dalam proses persidangan di pengadilan. Sehingga warga meminta pihak rekanan dan pemerintah tidak melakukan pekerjaan apapun diatas tanah mereka sebelum ada putusan pengadilan.

"Kami bukan tidak mendukung pembangunan, tapi kami meminta jangan ada kegiatan apapun di atas tanah kami sebelum ada putusan pengadilan, kalau yang mau digali itu tanah warga yang sudah ada persetujuan pemiliknya silakan saja," ujar Sekretaris masyarakat Gunung Lagan, Julimurdin Saragih kepada AJNN.

Julimurdin menyesalkan sikap pemerintah yang telalu memaksakan kehendaknya tanpa menghormati hak masyarakat yang sedang berupaya mendapatkan hak ganti rugi atas tanah mereka lewat pengadilan.

"Kami tidak mau anarkis, kami merasa punya hak untuk ganti rugi. Karena pemerintah tak mau membayar ganti rugi makanya kami menempuh jalur hukum. Dan tolong hormati proses itu," pinta Julimurdin.

Proses gugatan itu sendiri kata Julimurdin sudah berlangsung tiga kali di pengadilan Singkil. Pada persidangan selasa (22/3) lalu majelis hakim memerintahkan untuk dilakukanya mediasi antara warga dengan pemerintah sampai batas waktu 5 April 2016 mendatang.

"Perintah pengadilan kan jelas, supaya dilakukan mediasi, tapi kok malah ini yang dilakukan. Apapun keputusan pengadilan nanti kami akan patuhi, termasuk jika kami kalah, tapi jangan begini caranya," sambungnya.

Informasi yang  dihimpun AJNN menyebutkan proyek peningkatan jalan Lipat Kajang-Singkil Segmen II ( Sp.Amal/SMK Otomotif) itu bernilai Rp. 14.382.317.000 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 dikerjakan oleh PT. Bina Pratama Persada. Dengan masa pengerjaan 18 Agustus sampai 15 Desember 2015.  

Terkait apa penyebab proyek tersebut belum rampung dikerjakan hingga saat ini, upaya konfirmasi AJNN kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat belum membuahkan hasil.

Komentar

Loading...