Unduh Aplikasi

Tak Terima Jadi Tersangka, Owner Yalsa Boutique Praperadilankan Polda Aceh  

Tak Terima Jadi Tersangka, Owner Yalsa Boutique Praperadilankan Polda Aceh  
Owner Yalsa Boutique layangkan gugatan praperadilan. Foto: screenshot situs PN Banda Aceh.

BANDA ACEH - Pemilik atau owner Yalsa Boutique mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Aceh ke Pengadilan Negeri Banda Aceh atas penetapan tersangka kasus investasi bodong oleh penyidik Ditreskrimsus. 

Gugatan praperadilan itu telah didaftarkan pada Senin 26 April 2021 dengan Pemohon Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh dan Termohon Kapolda Aceh cq Direktur Reserse Kriminal Khusus cq kepala Subdit II Tindak Pidana Fismondev Ditreskrimsus. 

Informasi yang dihimpun gugatan praperadilan tersebut dilayangkan bukan melalui kuasa hukum Mukhlis Mukhtar melainkan melalui kuasa hukum lainnya. 

Adapun sidang perdana akan digelar pada hari ini, Jumat 30 April 2021, Agendanya pembacaan gugatan praperadilan. 

Mengutip dari situs resmi Pengadilan Negeri Banda Aceh ada beberapa alasan yang menjadi gugatan praperadilan diajukan Pemohon salah satunya menyoroti prosedur penetapan tersangka yang keliru dari pihak penyidik. 

Baca: Kuasa Hukum Yalsa Boutique Ajukan Penangguhan Penahanan

Penetapan para pemohon sebagai tersangka merupakan tindakan kesewenang wenangan dan bertentangan dengan asas kepastian hukum. 

Ada beberapa poin petitum dalam gugatan praperadilan diantaranya; 

1. Menyatakan penetapan tersangka oleh Termohon berdasarkan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/242/III/RES.2.2/2021 tanggal 16 Maret 2021 dan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/242/III/RES.2.2/2021 tanggal 16 Maret 2021 tidak sah menurut hukum.

2. Menyatakan tindakan Termohon menetapkan para Pemohon sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Aceh adalah tidak sah dan tidak berdasarkan atas hukum dan oleh karenanya penetapan tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

3. Menyatakan tidak sah segala keputusan dan/atau penetapan serta penyitaan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh Termohon yang berkenaan dengan penetapan tersangka atas diri para Pemohon oleh Termohon.

4. Menghukum Termohon untuk untuk menerbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan atas nama Pemohon I dan Pemohon II terhadap laporan Polisi nomor Laporan Polisi Nomor: LP.A/20/II/YAN.2.2/2021/SPKT tertanggal 11 Februari 2021.

5. Memulihkan hak para Pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...